Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Nasional · 27 Des 2021 21:46 WITA ·

Ajak Rakyat Indonesia Bergotong-royong, Puan Yakin Menang Hadapi Pandemi Covid-19


Ilustrasi Virus Corona. Perbesar

Ilustrasi Virus Corona.

JAKARTA – Hari ini tepat setahun Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) menetapkan 27 Desember sebagai “Hari Kesiapsiagaan Epidemi Internasional” yang diinisiasi sebagai sebuah pengingat awal mula pandemi COVID-19 merebak, menyebar sangat cepat dan menghantui hampir seluruh negara di dunia, tak terkecuali Indonesia.

Sebuah pernyataan yang dilansir menyertai diresmikannya hari peringatan tersebut mengatakan, bahwa keputusan Majelis Umum PBB tersebut merupakan sebuah upaya untuk menyoroti pentingnya pencegahan, kesiapsiagaan penanganan dan kemitraan berbagai pihak untuk melawan epidemi.

Penetapan tersebut, dilakukan beberapa hari setelah ratusan pemimpin dunia berkumpul dalam sidang khusus PBB yang dilakukan secara virtual pada akhir 2020 lalu sebagai tanggapan terhadap COVID-19, tepatnya satu tahun, setelah virus tersebut terdeteksi di Wuhan, Cina.

Para pemimpin Negara yang hadir dalam pertemuan kala itu, menuntut tindakan segera untuk menjamin pemerataan vaksin virus.

Satu tahun setelah ditetapkannya Hari Kesiapsiagaan Epidemi Internasional ini, penanganan COVID-19 di berbagai Negara terus membaik. Demikian pula di Indonesia.

Kekalutan yang melanda dan menimbulkan kepanikan yang mencekam ketika kasus COVID-19 mulai muncul di Indonesia pada awal 2020, telah berkurang cukup signifikan dan puncak penyebaran virus telah terlampaui.

Kendati begitu, berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan terus dilakukan secara massif oleh pemerintah dan imbauan terhadap masyarakat untuk disiplin menerapkan prosedur kesehatan tak henti digaungkan.

Pemerintah Indonesia mengambil langkah amat serius dalam penanggulangan pandemi COVID-19 sambil tetap memperhitungkan keberlangsungan putaran roda perekonomian. Segala upaya tersebut mulai menunjukkan hasil menggembirakan. Program vaksinasi saat ini bahkan telah menjangkau anak-anak usia 6-11 tahun.

Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto : Instagram Ketua DPR RI.

Kala diminta pernyataan terkait Hari Kesiapsiagaan Epidemi ini, Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan apresiasi atas semua pencapaian terkait penanggulangan pandemi COVID-19.

“Kita harus tetap tangguh, bahu membahu bergotong-royong, menolong sesama, kita pasti menang menghadapi pandemi ini, bahkan tumbuh menjadi semakin solid. DPR RI senantiasa mengawal bangsa ini, supaya tetap kuat dan kokoh menghadapi badai ini,” tegas Puan.

Pakar kesehatan masyarakat, Cri Sajjana Prajna Wekadigunawan mengatakan, bila dalam masa dua pekan paska tahun baru 2022 tak terjadi lonjakan kasus COVID-19, maka, program vaksinasi bisa dianggap berhasil dan pada 2022 nanti masyarakat bisa berharap akan dapat lebih leluasa dari pada saat ini.

“Tapi kita tetap tak boleh lengah dan harus tetap waspada, karena sampai saat ini, kami para peneliti belum dapat memperkirakan apakah tahun depan pandemi saat ini akan bisa menjadi endemi atau belum,” kata pakar kesehatan masyarakat yang biasa disapa Weka itu.

Weka juga mengimbau masyarakat untuk mengalokasikan uang yang dimiliki sekarang lebih untuk membeli makanan dan minuman yang bergizi bukan untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif.

“Makanan bergizi bukan sekedar susu ya. Makanan bergizi yang penting adalah makanan yang sehari-hari kita makan harus memenuhi piramida gizi seimbang yakni banyak makan buah-buahan dan sayuran yang diolah dengan baik sehingga kandungan vitamin dan mineralnya terjaga. Vitamin dan mineral akan mampu meningkatkan kekebalan tubuh dalam pencegahan penyakit, tak terkecuali COVID-19,” katanya.

Hal yang tak kalah penting, tentu saja tetap berdisiplin menerapkan prokes, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas. Selain itu, vaksinasi juga perlu segera dilakukan, sembari terus  juga melakukan terseting (tes), tracing (pelacakan), dan treatment (pengobatan).(**)

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kibarkan Bendera LGBT, Hasan Basri Minta Pemerintah Indonesia Tegur Kedubes Inggris

24 Mei 2022 - 12:41 WITA

Jadi Perhatian DPRD Kaltara, Jalan Longsor Gunung Selatan Minta Segera Ditangani

23 Mei 2022 - 10:29 WITA

Pemerintah Siapkan Kebijakan Antisipasi Lonjakan Harga Pangan

22 Mei 2022 - 14:42 WITA

Terima SK dari DPP, Partai Demokrat Kaltara Siap Menang Lagi

21 Mei 2022 - 10:34 WITA

Reses, Warga Karang Harapan Curhat Soal Jalan ke Jufri Budiman

21 Mei 2022 - 10:20 WITA

Hari Kebangkitan Nasional, Sicita PDI Perjuangan Pecah Rekor Muri

20 Mei 2022 - 14:47 WITA

Trending di Politik
error: Alert: Content is protected !!