Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Nasional · 13 Jan 2022 19:24 WITA ·

Ulama Perempuan : Jangan Khawatir, yang Mendukung RUU TPKS Lebih Banyak


Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

JAKARTA – Anggota Jaringan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), Nur Rofiah dalam pertemuan dengan Ketua DPR RI Puan Maharani bersama tokoh perempuan lain, menyebut penolakan terkait Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) atas nama agama Islam hanya bersifat parsial.

Menurutnya umat Islam yang mendukung lebih banyak dari pada yang menolak RUU inisiatif DPR tersebut.

Nur mengaku telah menginisiasi istighasah virtual yang diikuti ratusan pesantren untuk mendoakan agar RUU TPKS segera disahkan.

“Jadi kalau sampai ada yang menolak RUU TPKS menjadi Undang-Undang atas nama Islam jangan khawatir Mbak Puan, karena yang mendukung jauh lebih banyak,” ujar Nur Rabu (12/1/22).

Bagi Nur bagaimana seseorang dilahirkan adalah hal yang tidak bisa dipilih, termasuk dilahirkan sebagai perempuan.

width"450"
width"425"

Namun perempuan kerap mendapat perlakuan yang tidak adil, karena hal yang berada di luar kuasa mereka.

“Perempuan sangat rentan mengalami ketidakadilan. Misalnya stigmatisasi, marginalisasi, suberinasi, kekerasan karena hanya ‘menjadi’ perempuan,” tuturnya.

Ilustrasi

Nur mengatakan RUU TPKS dapat membantu mewujudkan salah satu tujuan Islam yakni sistem kehidupan yang adil bagi semua orang. Karena Islam melarang kedzaliman dan ketidakadilan, termasuk bagi perempuan.

“RUU TPKS dapat segera disahkan dan menjadi payung untuk tiap perempuan agar mendapat keadilan dan mendapat perhatian yang memadai. Tujuan Islam adalah mewujudkan sistem kehidupan yang menjadi anugerah bagi semesta termasuk untuk perempuan,” pungkas Nur.

Dukungan serupa sempat dilontarkan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Ketua Korps PMII Putri Cabang Lamongan Rifa Nur Diana Arofa mengatakan RUU TOPS mendesak agar terbentuk jelas sistem yang bisa menghapus kekerasan seksual.

“Dengan disahkannya RUU ini, kita dapat melindungi bangsa kita dengan menciptakan sistem pencegahan, pemulihan, penanganan, dan rehabilitasi yang benar-benar dapat menghapuskan kekerasan seksual,” ungkap Rifa dikutip dari beritajatim.com.

Ketua DilustrasiPR RI Puan Maharani. Foto : Istimewa.

Menanggapi aspirasi Puan Maharani mengatakan dirinya memahami akan mendesaknya RUU TPKS. Namun ia menekankan, agar semua pihak mengikuti prosedur dan memberi waktu untuk lebih luas menjaring aspirasi masyarakat dari berbagai lapisan.

“Apa yang terjadi di agama Islam tentu beda dengan di agama Kristen, apa yang di agama Kristen tentu beda dengan apa yang biasa kita lakukan di agama Islam dan lain sebagainya. Masukan yang tadi sudah disampaikan oleh ibu, mbak, adik-adik, dan mas-mas ini semua tentu saja memberikan saya kekuatan untuk bisa melaksanakan ini sebaik baiknya,” kata Puan.(**)

Print Friendly, PDF & Email
Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Presiden Joko Widodo Kukuhkan 68 Anggota Paskibraka 2022

15 Agustus 2022 - 23:20 WITA

Apresiasi Dunia Internasional, Tiga Tahun Indonesia Swasembada Beras

15 Agustus 2022 - 12:53 WITA

Tanggul Tulak Milik KPUC Jebol, Ketua DPRD Kaltara Minta Pemerintah Jangan Anggap Remeh

14 Agustus 2022 - 22:57 WITA

Silaturahmi ke Desa Kelapis Malinau, Ini Usulan Petani ke Fenry Alpius

14 Agustus 2022 - 22:36 WITA

Tanggapan dan Harapan Para Petani Milenial atas Capaian Swasembada Beras Indonesia

14 Agustus 2022 - 22:12 WITA

PKB – Gerindra Resmi Berkoalisi, Achmad Usman Harap Koalisi ini Semakin Solid

13 Agustus 2022 - 23:01 WITA

Trending di Politik
error: Alert: Content is protected !!