BALI, Fokusborneo.com – Institut Seni Indonesia (ISI) Bali menganugerahkan penghargaan bergengsi International Bali Bhuwana Nata Kerthi 2026 kepada Dr. M. Fadjroel Rachman. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor ISI Bali, Prof. Dr. I Wayan “Kun” Adnyana, dalam sebuah upacara khusus yang berlangsung di Kirtya Sabda Mahottana, ISI Bali, pada Jumat, 27 Februari 2026.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Dr. M. Fadjroel Rachman dalam pengembangan pemikiran yang menjembatani seni, ilmu pengetahuan, dan humanisme global. Sehari sebelumnya Dubes Fadjroel menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Revolusi Simbolik Seni dan Ilmu, Metarevolusi Humanisme Global” dalam Sidang Senat Terbuka yang menjadi bagian dari acara Wisuda ISI Bali.
Wisuda periode ini terasa istimewa karena melepas tidak kurang dari 600 lulusan yang terdiri dari sarjana, magister, dan doktor, termasuk Dr. Riri Riza sutradara terkenal dengan film “Gie” dan “Ada Apa Dengan Cinta” juga “Laskar Pelangi”. Prosesi wisuda berlangsung meriah dan khidmat, dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan seni seperti tarian dan nyanyian khas Bali yang megah dan penuh makna. Sebelumnya juga berlangsung pembacaan puisi oleh Dr. M. Fadjroel Rachman dari antologi khusus “Salju Merah Gulag dan Iblis Pengasingan” (2026) bersama penyair Warih Wisatsana, juga dengan penampilan khusus Dr. Riri Riza yang membacakan puisi Dr. M. Fadjroel Rachman berjudul “Tarian Ulang Tahun.”
“Ini pertama kalinya saya merasakan suasana wisuda yang begitu megah dan agung, paduan kekayaan budaya tradisional dan modern Bali serta Indonesia. Sebuah pengalaman cita-rasa seni dan ilmu yang tak terlupakan, sangat monumental” ucap Dr. M. Fadjroel Rachman, juru bicara presiden Joko Widodo (2019-2021) dan penulis “Trilogi Nusakambangan” dan “Demokrasi Tanpa Kaum Demokrat” serta buku disertasi “Indonesia Memilih Presiden: Analisis Habitus Kelas Terhadap Pemilih Indonesia,” usai menerima penghargaan internasional bergengsi tersebut bersama Jeon Dongsu (Korea Selatan) dan Mohd. Asri bin Abdul Ghafar (Malaysia).
Rektor ISI Bali, Prof. I Wayan “Kun” Adnyana, turut mendampingi Dr. Fadjroel dalam momen wisuda tersebut, yang tidak hanya menjadi ajang pelepasan sarjana, tetapi juga perayaan seni dan budaya yang menjadi ciri khas ISI Bali.
Acara ini menjadi bukti nyata bahwa seni, ilmu dan diplomasi dapat bersinergi dalam membangun peradaban yang humanis dan berkelanjutan. ISI Bali pada tahun 2023 juga hadir di Astana Kazakhstan pada “Bali Night Festival” merayakan Hari Kemerdekaan RI yang dihadiri 1.000an lebih penonton. “Bali langsung menjadi ‘top of mind’ orang Kazakhstan, Asia Tengah, Eurasia dan para diplomat asing,” papar Dubes Fadjroel.
Dr. M. Fadjroel Rachman menyatakan terharu dan sangat bangga karena kerja profesionalnya sebagai intelektual, akademisi, penulis, penyair dan diplomat dihargai sedemikian tinggi oleh ISI Bali, setelah karya-karyanya dihargai dalam “Leksikon Sastra Indonesia 2025” berbahasa Rusia oleh Dr. Victor A. Pogadaev dari Lomonosov Moskow State University. Serta termasuk tokoh Indonesia dalam “Successful People Indonesia” (Britishpedia).
“Saya yakin perkembangan progresif seni dan ilmu, akan menuju ke arah metarevolusi kemanusiaan global, untuk kebahagiaan manusia global,” pungkasnya. (**)
















Discussion about this post