TARAKAN, Fokusborneo.com – Ketua Asosiasi Kota (Askot) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Tarakan, Barokah, menyampaikan harapan dan rencana strategisnya untuk kemajuan sepak bola Tarakan di masa depan.
Ia menargetkan agar Tarakan dapat menembus tingkat nasional dan fokus pada pembinaan berjenjang.
Saat ditemui di sela-sela pembukaan Turnamen DPRD Cup II, Barokah mengungkapkan target utama pembinaan Askot PSSI Tarakan saat ini adalah di tingkat usia muda, khususnya melalui kompetisi seperti Piala Soeratin U-17.
”Kami berharap nantinya ada dukungan CSR yang mau membantu kita untuk kemajuan sepak bola yang ada di Kota Tarakan ini,” ujar Barokah, Sabtu (22/11/25).
Turnamen DPRD Cup II yang diikuti 21 klub dari total 30 klub terdaftar ini, menjadi barometer sementara.
Barokah menyebutkan ada 32 klub yang terdaftar di PSSI Tarakan, namun banyak yang masih vakum, sehingga hanya 21 klub yang siap ikut turnamen ini.
Untuk mengaktifkan kembali semua klub, Askot PSSI Tarakan berencana melakukan “reset” total pada sistem kompetisi lokal pada tahun 2026, setelah Turnamen DPRD Cup II berakhir pada 14 Desember 2025.
”Nanti di tahun depan (2026) Insya Allah kami akan agendakan kembali, nanti kita koordinasi dengan klub. Kalau seandainya nanti memang betul-betul tidak [aktif], makanya nanti akan diganti oleh klub yang baru masuk,” jelas Barokah.
Format yang dipertimbangkan dalam kompetisi internal mendatang, penjenjangan berdasarkan prestasi. Klub yang masuk 16 besar akan berada di Divisi Dua, Klub yang masuk 8 besar akan berada di Divisi Utama.
Sementara itu, untuk meramaikan DPRD Cup II kali ini, Barokah mengonfirmasi adanya klub yang mendatangkan pemain dari luar daerah, bahkan ia mendengar kabar akan ada mantan pemain Timnas yang turut serta.
Barokah berharap melalui pembinaan yang konsisten dan kompetisi yang ketat, sepak bola Tarakan dapat kembali berjaya.
”Harapan kami ke depannya supaya kita bisa masuk ke tingkat nasional. Kami berharap ketika sampai di provinsi, mudah-mudahan Tarakan bisa mewakili ke tingkat nasional, dari Divisi Dua ke Divisi Satu,” pungkas.(*/mt)














Discussion about this post