• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Opini

Hari Buku: Harapan Pegiat Literasi Kaltara Kepada Para Pemimpin Kalimantan Utara

OPINI OLEH: Muhamad Nour, M. Si, Praktisi Kebijakan Publik

by Redaksi
18 Mei 2020 23:12
in Opini
A A

Muhamad Nour, M. Si Praktisi Kebijakan Publik

OPINI – “A room without books is like a body without a soul” berarti ruangan tanpa buku seperti raga tanpa jiwa, dicetuskan oleh Marcus Tullius Cicero seorang filsuf sekaligus negarawan zaman Romawi kuno. Bila si Cicero ini masih hidup, dia barang tentu akan menargetkan Indonesia dalam misi pribadinya, untuk mengisi jiwa orang Indonesia yang kosong.

Bagaimana tidak, survey dari badan PBB untuk urusan pendidikan dan kebudayaan, UNESCO tahun 2011 menunjukkan indeks tingkat membaca masyarakat di Indonesia hanya sebesar 0,001 persen. Artinya, dari 1000 penduduk, hanya ada satu orang saja yang memiliki keinginan untuk membaca buku.

Baca Juga

MBG: Investasi Besar, Perlu Desain Cermat

Dengan QRIS Jualan Makin Sat-Set, Rezeki Makin Tak Seret!

Wujudkan Pendidikan Teologi Berintegritas

QRIS: Meningkatkan Efisiensi dan Keamanan Transaksi di Pelabuhan Speed Boat

Hasil penelitian lain oleh Programme for International Student Assessment (PISA), menyimpulkan budaya literasi masyarakat Indonesia berada di urutan ke 64 dari 65 negara yang diteliti dan dalam penelitian yang sama pula, PISA menunjukkan hasil dari minat baca siswa Indonesia yang ditempatkan pada urutan ke 57 dari 65 negara yang diteliti. Menyedihkan. Prestasi memalukan ini bahkan belum selesai, bahkan pada sebuah survei penelitian yang dirilis oleh Most Literate Nations pada Maret 2016 silam terkait pemeringkatan literasi internasional, Indonesia menempati urutan kedua terbawah dari total 61 negara yang diteliti.

Literasi dan budaya membaca di Kalimantan Utara

Data Indeks Aktivitas Literasi Membaca (Alibaca) yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) dengan faktor yang mencakup kecakapan, akses, alternatif, dan budaya menempatkan provinsi Kalimantan Utara pada kategori sedang tingkat literasinya.

Kategori Indeks Alibaca terbagi atas lima kategori, yakni sangat rendah (0-20,00), rendah (20,01-40,00), sedang (40,01-60,00), tinggi (60,01-80,00), dan sangat tinggi (80,01-100). Sementara itu untuk indeks dimensi budaya membaca propinsi, Kaltara menduduki peringkat ke-4.

Laporan UNESCO tahun 2010 tentang The Social and Economic Impact of Illiteracy mengungkap tingkat literasi rendah memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap rendahnya produktifitas kerja, tingginya beban biaya kesehatan, rendahnya partisipasi sosial dan politik.

Masyarakat yang memiliki literasi rendah cenderung memiliki perilaku kesadaran kesehatan yang rendah termasuk tingginya angka putus sekolah dan pengangguran yang berdampak pada problem sosial seperti kriminalitas dan penyalahgunaan narkoba.

Sebagai provinsi baru, Kaltara sebenarnya tidak malu-maluin level literasinya, masih bisa bersaing dengan propinsi yang dianggap sudah mapan, dalam hal fasilitas. Namun kebiasaan budaya membaca dan kemampuan literasi harus terus ditingkatkan.

Di Kaltara, sendiri ada komunitas pegiat literasi yang berwadah dalam Komunitas Sejarah Kaltara beranggotakan para individu yang kredibel dan mapan dalam literasi. Mereka adalah para penulis buku, penyair, sastrawan, jurnalis, seniman, pegiat sosial/budaya, penulis muda yang peduli pada perkembangan literasi di Kaltara.

Sebagai pejuang literasi, tentu mereka berharap pada momentum hari buku nasional ini pada pemerintah Kalimantan Utara. Berikut rangkuman harapan dan tuntutan mereka kepada pemerintah propinsi dan kabupaten/kota untuk memajukan literasi di Kaltara:

Mengadakan event lomba menulis, membaca, pidato, dan semacamnya secara rutin atau bekerja sama dengan para pegiat literasi di Kaltara.

Memfasilitasi penulisan buku sejarah, budaya dan kearifan hidup Kaltara yang sangat kaya.

Mendukung penerbitan buku-buku anak-anak, remaja dan dewasa sesuai tema lokal.

Hari buku tidak hanya sekedar ritual seremonial belaka, para pemimpin di Kaltara harus membumikan komitmen mereka. Mereka harus memberi contoh dengan aksi nyata memajukan literasi, dengan kewenangan anggaran mendukung penerbitan buku-buku para penulis dari Kaltara.

Pemerintah perlu menerbitkan kebijakan peta jalan gerakan literasi untuk memberi payung hukum dan aksi nyata gerakan stimulan budaya baca tulis.

Membumikan budaya lokal dalam semua sendi kehidupan Kaltara dengan membuat instrumen kebijakan pelestarian budaya lokal. Hal ini diperlukan untuk membangun propinsi Kaltara yang lebih berkarakter dan memiliki ciri khas.

Perbanyak porsi beasiswa untuk mahasiswa/i yang kuliah di perguruan tinggi yang ada di Kaltara.

Merekrut guru yang berkualitas dan meningkatkan kapasitas serta kesejahteran mereka.

Perbanyak program kerjasama program literasi di komunitas dengan perguruan tinggi dan organisasi masyarakat sipil yang ada di Kaltara.

Penulis:
Muhamad Nour, M. Si
Praktisi Kebijakan Publik

Tags: borneoFBFokusfokusborneo.comhari bukuKalimantanKaltaraLiterasiOpiniTarakan

Berita Lainnya

Opini

MBG: Investasi Besar, Perlu Desain Cermat

14 Februari 2026 09:35
Dengan QRIS Jualan Makin Sat-Set, Rezeki Makin Tak Seret!
Ekonomi

Dengan QRIS Jualan Makin Sat-Set, Rezeki Makin Tak Seret!

27 Januari 2026 22:53
Wujudkan Pendidikan Teologi Berintegritas
Opini

Wujudkan Pendidikan Teologi Berintegritas

22 Januari 2026 05:50
QRIS: Meningkatkan Efisiensi dan Keamanan Transaksi di Pelabuhan Speed Boat
Ekonomi

QRIS: Meningkatkan Efisiensi dan Keamanan Transaksi di Pelabuhan Speed Boat

21 Januari 2026 20:26
Begini Cara Thailand Memajukan UMKM dan Memuliakan PKL
Ekonomi

Begini Cara Thailand Memajukan UMKM dan Memuliakan PKL

11 Januari 2026 19:22
Mikroprudensial sebagai Jangkar Pertumbuhan Ekonomi: Meningkatkan Inklusi Keuangan Melalui Peran E-Wallet
Ekonomi

Mikroprudensial sebagai Jangkar Pertumbuhan Ekonomi: Meningkatkan Inklusi Keuangan Melalui Peran E-Wallet

8 Januari 2026 11:42
Next Post
Bersihkan Saluran Air, Babinsa Ajak Warga Lebih Peduli Kebersihan Lingkungan

Bersihkan Saluran Air, Babinsa Ajak Warga Lebih Peduli Kebersihan Lingkungan

MUI Tarakan Imbau Umat Muslim Shalat Idul Fitri di Rumah

Serahkan BLT ke Warga Terdampak di Desa Sekatak Buji

Serahkan BLT ke Warga Terdampak di Desa Sekatak Buji

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Pilot Pesawat BBM yang Sempat Dikabarkan Selamat Dinyatakan Meninggal Dunia

    Pilot Pesawat BBM yang Sempat Dikabarkan Selamat Dinyatakan Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketua Koperasi Selumit Curhat ke Wamenkop: “Kami Disuruh Berlari, Tapi Modal Masih Terhambat”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Desak Rute Pelni Tarakan-Surabaya Dibuka Kembali, Supa’ad Hadianto Siap Kawal ke Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penerbangan Terakhir PK-PAA dan Gugurnya Sang Pengantar Energi di Belantara Krayan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Pertanyakan TPP PPPK Tarakan Belum Cair, Ini Penjelasan BKPSDM 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Pererat Silaturahmi, Pakuwaja Tarakan Gelar Bukber dan Santunan Anak Yatim

Pererat Silaturahmi, Pakuwaja Tarakan Gelar Bukber dan Santunan Anak Yatim

22 Februari 2026 21:18

Dari Pantai Amal, Indosat Percepat Transformasi Digital Desa

22 Februari 2026 18:15
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP