Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Pendidikan · 18 Jan 2021 14:31 WITA ·

2021, Pemprov Kembali Berikan Insentif untuk GTT dan GTY Jenjang SLTA


Proses pembelajaran di SMKN 1 Tanjung Selor. Foto: Humas Prov Kaltara Perbesar

Proses pembelajaran di SMKN 1 Tanjung Selor. Foto: Humas Prov Kaltara

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan memberikan insentif tambahan bagi Guru Tidak Tetap (GTT) dan Guru Tetap Yayasan (GTY) pada jenjang Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA) yang menjadi kewenangan pada tahun ini.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdibud) Kaltara Teguh Hendri Susanto mengatakan, alokasi anggaran untuk pemberian insentif tersebut masih sama seperti tahun lalu.

Sebagai informasi, pada 2020, alokasi anggaran insentif guru non PNS atau GTT dan GTY pada lingkup Kaltara, totalnya Rp 6.006.000.000. Di mana untuk insentif GTT sekolah negeri Rp 2.976.000.000, dan GTY sekolah swasta Rp 3.030.000.000. “Insentif ini di luar dari gaji, dan dikhususkan bagi guru non PNS yang mengajar pada sekolah yang menjadi kewenangan provinsi,” kata Teguh.

Program ini, lanjutnya, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan guru non PNS. “Untuk teknis penyalurannya, tentu sekolah harus membuat proposal ke Disdikbud Kaltara sesuai juknis yang ada,” jelasnya.

“Dan, seperti tahun sebelumnya, penerima insentif harus memenuhi kriteria tertentu. Diantaranya, bagi GTT harus berijazah S1, GTT sekolah negeri masuk dalam pemetaan dengan berdasarkan Dapodik, data sekolah, pernah mengikuti uji kompetensi online, memiliki kualifikasi pendidikan, dan peta kebutuhan. Sementara bagi GTY sekolah swasta, selain berijazah S1, memiliki SK berstatus Guru Tetap. Karena insentif ini tidak dapat diterima dobel,” timpalnya.

Adapun sumber dana insentif untuk guru non PNS SLTA dan sederajat berstatus negeri, dari DPA Disdikbud Kaltara dalam komponen Belanja Langsung. Sementara untuk SLTA dan sederajat berstatus swasta, anggarannya berbentuk hibah.

“Untuk jumlah rinciannya kami belum mengetahuinya. Tapi, alokasi danannya seperti tahun lalu,” ungkap teguh. Untuk diketahui, tahun lalu penyaluran insentif ini dibagi dalam 2 tahap, dan semuanya telah terealisasi 100 persen.(humas)

Artikel ini telah dibaca 992 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Menuju KTT Pintar, Pemda KTT Akan Serahkan 152 Laptop untuk Guru

21 Januari 2022 - 21:31 WITA

Puan Berharap Rusun Ponpes Al Quran Azzayadiy dan Sanggar Inklusi di Sukoharjo Jadi Masa Depan Yang Baik Bagi Anak Bangsa

20 Januari 2022 - 08:40 WITA

Temui Dewan Pendidikan Kaltara, Gubernur Prioritaskan Infrastruktur dan SDM Pendidikan

19 Januari 2022 - 20:52 WITA

Hasan Basri: Revisi UU Pendidikan Kedokteran Sebagai Solusi Atasi Masalah Layanan Kesehatan

19 Januari 2022 - 08:01 WITA

Semua Sekolah di Tana Tidung Melaksanakan PTM

6 Januari 2022 - 16:07 WITA

Beasiswa Kaltara Unggul Sesuai Aturan, Biro Kesra Tepis Isu Dugaan Korupsi

2 Januari 2022 - 20:55 WITA

Trending di Daerah