TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Inspiratif datang dari ujung utara Kalimantan, di mana Vamelia Ibrahim, yang kini menjabat Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dan Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung, berhasil mentransformasi mutu pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui pendekatan yang didorong oleh data dan regulasi.
Berlatar belakang sebagai profesional perbankan, Vamelia mengubah tantangan aksesibilitas menjadi peluang untuk investasi terbaik bagi generasi emas Tana Tidung.
Vamelia Ibrahim, yang juga istri Bupati Tana Tidung, dikukuhkan sebagai Bunda PAUD pertama pada tahun 2020. Dengan bekal keahlian analisis data, ia tidak ragu turun langsung ke lapangan.
Ia juga Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kaltara berbelanja masalah dengan mengunjungi setiap satuan PAUD, bahkan harus menembus medan sulit menggunakan perahu cepat (speedboat).
Aksi ini membuahkan temuan yang memprihatinkan. Data Kementerian Pendidikan tahun 2021 menunjukkan angka partisipasi sekolah (APS) anak usia 5-6 tahun hanya mencapai 59%, dan hanya 39% PAUD yang terakreditasi minimal B.
”Melihat data ini, saya tidak bisa tinggal diam. Kami percaya bahwa investasi terbaik bagi masa depan Tana Tidung adalah investasi pada generasi emasnya melalui PAUD yang bermutu,” ungkap Vamelia, Minggu (16/11/25).
Menyadari Bunda PAUD adalah mitra pemerintah daerah, Vamelia segera melakukan advokasi intensif. Perjuangan ini sukses menghasilkan dua pilar regulasi penting yaitu regulasi daerah tentang PAUD Pra SD dan regulasi daerah tentang penggunaan anggaran Desa untuk PAUD.
Ia secara gigih mengawal perencanaan anggaran di setiap OPD untuk memastikan PAUD menjadi program prioritas bersama. Hasilnya, lahirlah komitmen lintas sektor yang diwujudkan dalam program-program unggulan menuju PAUD Bermutu, dengan fokus utama pada guru.
Komitmen Vamelia Ibrahim terhadap kualitas PAUD berpusat pada kesejahteraan dan kompetensi pendidik. Program-program yang diluncurkan menjadi terobosan signifikan diantaranya peningkatan insentif guru PAUD hingga total Rp2 juta per bulan.
“Insentif itu Rp1 juta dari Dinas Pendidikan dan Rp1 juta dari Pemerintah Desa,” ujarnya.
Terobosan lainnya, pemberian beasiswa penuh hingga lulus kepada seluruh guru PAUD yang masih berijazah SMA.
“Program ini menggunakan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk mempercepat masa studi, menjamin kuliah gratis dan singkat,” bebernya.
Begitu juga meningkatkan pelatihan untuk guru, termasuk penerapan pembelajaran mendalam.
Dukungan lain mencakup digitalisasi melalui bantuan Satu PAUD Dua Laptop, penyediaan APE Dalam dan Luar untuk semua PAUD, serta pemberian Perlengkapan Sekolah Gratis dan BOP PAUD Daerah untuk memastikan tidak ada anak yang terhambat biaya.
Inisiatif tidak berhenti pada sarana dan guru. Vamelia juga menyentuh aspek kesehatan dan kesejahteraan anak secara holistik melalui Gerakan Minum Susu setiap hari Jumat sejak 2023, Program Dokter Masuk PAUD dan Layanan Jemput KIA untuk memastikan setiap anak memiliki identitas yang lengkap.
Selain itu, ia menggerakkan partisipasi masyarakat melalui program Desa Peduli Pendidikan yang mendorong desa untuk memberikan insentif, bantuan operasional, dan membentuk Tim Wajar 13 Tahun.
Ikhtiar kolektif ini membuahkan hasil luar biasa dalam kurun waktu tiga tahun. Data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan lonjakan signifikan seperti Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 5-6 tahun melonjak dari 59% menjadi 91,81%, PAUD yang terakreditasi minimal B meningkat signifikan dari 39% menjadi 61,89% pada tahun 2024.
”Ini adalah bukti nyata bahwa ketika semua elemen bersatu padu, ketika advokasi didasari oleh data, dan ketika pemerintah daerah memiliki keberpihakan penuh, tantangan seberat apapun, termasuk aksesibilitas, dapat kita carikan solusinya bersama,” tegasnya.
Vamelia Ibrahim menegaskan apresiasi atas capaian ini adalah pemantik semangat baru bagi Tana Tidung.
“Bunda PAUD adalah jabatan pengabdian. Mari gunakan amanah ini dengan memberikan yang terbaik demi masa depan anak yang lebih baik,” pungkasnya.
Politisi PAN itu juga memberikan motivasi bagi semua yang berada di wilayah perbatasan negeri untuk bisa melakukan hal sama sebagai investasi SDM di Kaltara.(**)















Discussion about this post