TARAKAN – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA release hasil survei pasangan kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Utara berdasarkan isu ekonomi dan pilihan terhadap calon Gubernur Kaltara 2020, Selasa (29/9/2020).
Survei LSI Denny JA. Survei yang dilakukan pada bulan September 2020, dengan menggunakan 800 responden. Survei dilakukan dengan sample di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Utara, menggunakan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka
dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei ini 3,5%.
Peneliti senior LSI Denny JA, Ikrama menjelaskan, isu ekonomi dinilai penting disemua Kabupaten Kota di Provinsi Kalimantan Utara dengan persentase Tarakan 59 %, Bulungan 48,5 %, Malinau 51,4 %, Nunukan 48,3 %.
“Mayoritas Publik Kaltara butuh figur yang mampu urus ekonomi, terlihat dari hasil survei dimana pertimbangan dalam memilih kandidat kepala daerah, 53,3% kandidat yang mampu memecahkan masalah ekonomi, kemudian masalah sosial 15,7%, dan 11,5 mampu memecahkan masalah
hukum dan korupsi dan 5,7 mampu memecahkan masalah keamanan,†jelasnya.
Dengan isu ini LSI mencoba memotret isu terhadap dukunagn para kandidat, dengan menanyakan diantara para calon gubernur siapakah yang paling mampu menyelesaikan persoalan ekonomi di Kaltara.
“Publik Kaltara menilai Irianto Lambrie paling mampu dengan 30,9% kedua Udin Hianggio 14,2% dan Zainal Arifin Paliwang Padan sebesar 7%,†ungkapnya.
Dari data aspek kemampuan dalam mengatasi Ekonomi itu, LSI melihat persepsi kemampuan urus ekonomi pengaruhi elektabilitas.
“Irianto Lambrie masih puncaki klasemen elektabilitas sebesar 34,6, terpaut 16,3% dengan kompetitor terdekatnya Udin Hianggio dengan dukungan sebesar 18,3, dan terpaut lebih lebar 22,8% dengan Zainal Arifin Paliwang yang didukung sebesar 11,8%,†urainya.
LSI mengatakan, hal tersebut juga dipengaruhi tingkat popularitas atau tekenalan kandidat, popularitas Iranto Lambrie diatas 90,2%, Udin Hianggio 74,8% dan Zainal Arifin Paliwang baru dikenal 43,6%.
“Bisa dikatakan perhari ini jika pilkada dilaksanakan maka Irianto lambrie petahana unggul ketimbang kompetitor lain walaupun masih ada swing footer yang belum menentukan pilihan, mereka bisa saja menentukan pilihan tiga kandidat ataupun tidak memilih tergantung penetrasi dari calon,†tuturnya.
Ikrama menambahkan, ini bisa berubah dan bisa terus berlanjut, waktu masih dua bulan jika kandidat lain tidak dapat membangun citra diri bahwa mereka lebih mampu dari petahana melalui aneka program dan janji politik tentu angka ini tidak akan berubah. (wic/iik)















Discussion about this post