Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Ekonomi · 21 Sep 2022 06:09 WITA ·

DPRD Kaltara Sidak Harga Sembako di Pasar, Ternyata Ini Penyebab Inflasi


Ketua dan Anggota DPRD Provinsi Kaltara bersama Disperindakop sidak harga sembako di pasar. Foto : Humas Setwan. Perbesar

Ketua dan Anggota DPRD Provinsi Kaltara bersama Disperindakop sidak harga sembako di pasar. Foto : Humas Setwan.

TANJUNG SELOR – Menindaklanjuti hasil rapat dengar pendapat bersama  TPID, Ketua bersama anggota DPRD Provinsi Kaltara melakukan sidak harga sembako di Pasar Induk Tanjung Selor, Selasa (20/9/22).

Didampingi Kepala Dinas Perindagkop Provinsi Kaltara Hasriyani, sidak tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung harga dan situasi pasar serta mencari penyebab inflasi yang terjadi di Tanjung Selor.

Usai melakukan sidak, Ketua DPRD Provinsi Kaltara Albertus Stefanus Marianus, ST menyampaikan pendapatnya.

“Tujuan kita kesini adalah hanya mencari informasi yang real, apa yg menyebabkan inflasi di kota Tanjung selor mencapai angka 7,2%. Dan salah satu awalnya adalah mengetahui harga-harga bahan pokok di pasar,” kata Albert sapaan akrap Albertus Stefanus Marianus.

Dari hasil penusuran dan informasi pedagang di pasar ditemukan, bahwa harganya sangat fluktuasi dikarenakan distributor yang berbeda-beda. Sehingga harga yang diberikan juga berbeda-beda.

Ketua dan Anggota DPRD Provinsi Kaltara bersama Disperindakop sidak harga sembako di pasar. Foto : Humas Setwan.

“Contohnya tadi seperti telur, beberapa ada yang langsung mengambil dari kandang, nah harganya jadi lebih murah. Ini yang perlu kita koordinasikan, supaya teman-teman yang bagian operasi pasar bisa mengidentifikasi informasi sekecil informasi apapun itu,” ujar politisi PDIP.

Informasi tersebut, kemudian dilakukan proses tracking untuk mengetahui penyebab permasalahan tersebut. Kesimpulan akhirnya ternyata soal transportasi.

“Nah itu tinggal bagaimana kita dan pemerintah, perlu tidak melakukan subsidi khusus untuk transportasinya, yang mengangkut 9 bahan pokok. Selain itu juga selalu memprioritaskan produk dalam negeri, kita harus mencintai produk kita sendiri,” pesan Albert.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop menyatakan komitmennya untuk tetap terus melakukan pengawasan.

Usai melakukan sidak ke pasar induk, rombongan bergerak menuju SPBU yang terletak di Sengkawit untuk memantau stok BBM. Selanjutnya akan direncanakan untuk melakukan koordinasi bersama pihak-pihak terkait.(Hms)

Print Friendly, PDF & Email
Artikel ini telah dibaca 86 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Tarakan akan bawa Persoalan Sengketan Lahan di Kawasan Bumi Perkemahan Binalatung ke Kemenhan

26 September 2022 - 19:42 WITA

Presiden: Ekonomi Digital Pesat, _Startup_ Indonesia Punya Banyak Peluang

26 September 2022 - 17:34 WITA

Bertambah Penduduk, Hasan Basri Dorong Pemerintah Tambah Kuota Ibadah Haji

26 September 2022 - 15:10 WITA

Galakan Gerakan Tanam Cabai, Gubernur Zainal Ingin Kendalikan Inflasi dan Jaga Kestabilan Harga

26 September 2022 - 11:03 WITA

Gubernur Launching SOA Barang ke Krayan

25 September 2022 - 18:36 WITA

Festival Sungai Kayan, Gubernur Sebut Bisa Hidupkan Ekonomi Lokal

25 September 2022 - 18:33 WITA

Trending di Advetorial
error: Alert: Content is protected !!