Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Daerah · 25 Okt 2022 13:22 WITA ·

Kebocoran Pipa di Gang Jagung Sudah Diperbaiki, DPRD Tarakan Apresiasi Pertamina Cepat Tanggap


Ketua Komisi 3 DPRD Kota Tarakan Muhammad Hanafia. Foto : Fokusborneo.com Perbesar

Ketua Komisi 3 DPRD Kota Tarakan Muhammad Hanafia. Foto : Fokusborneo.com

TARAKAN – Komisi 3 DPRD Kota Tarakan mengapresiasi PT. Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan cepat tanggap memperbaiki kebocoran pipa yang diduga menyebabkan pencemaran limbah minyak di Jalan Aki Balak, Gang Jagung RT 8, Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat.

Apresiasi itu, disampaikan Ketua Komisi 3 DPRD Kota Tarakan Muhammad Hanafia saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT.bPertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Kantor DPRD Kota Tarakan, Senin (24/10/22).

Hanafia menyampaikan berdasarkan laporan PT. Pertamina pada pipa dan area yang mengalami kebocoran telah dilakukan perbaikan, remediasi, isolasi dan pembersihan di area yang diduga menjadi sumber pencemaran.

width"450"

“Hasil uji lab dari DLH sampai hari ini sudah ada hasilnya dan semuanya memenuhi syarat standar mutu. Dan semua telah melaksanakan rekomendasi yang telah kita minta dan diprogresnya,” kata Hanafia.

Dijelaskan Hanafia, pada area lokasi saluran drainase yang tercemar, juga terdapat kegiatan bengkel motor yang tidak memiliki izin/rintek tempat penyimpanan LB3. Drainase umum yang terkontaminasi dan tercemar minyak, sepanjang ± 2 Km.

Rdp Komisi 3 DPRD Kota Tarakan bersama PT. Pertamina Tarakan dan DLH. Foto : Ist

“Itu semua telah dilakukan upaya penanganan dan pembersihan oleh Pertamina dengan menurunkan personil dan truk skimmer. Jadi itu yang kita minta kepada Pertamina, supaya kalau ada hal-hal sedemikian rupa segara ditanggapi dan ditangani agar tidak ada kerugian yang ditimbulkan,” jelas politisi Gerindra.

Ditambahkan Hanafia, prosedur penanganan yang dilakukan oleh PT. Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan Tarakan Field yaitu melakukan penyiraman dengan larutan pemisah antara air dengan minyak sehingga memudahkan untuk pengambilan minyak di lokasi drainase.

“Selain itu, penggunaan oil absorbent snakes/snakes booms dan siphon/oil trap itu untuk memisahkan oil dan air. Pertamina juga sudah melakukan penyedotan minyak yang tertangkap oleh snakes booms dan siphon menggunakan skimmer truck,” pungkas Hanafia.

Di beberkan Hanafia, UPT. Labling DLH Tarakan telah melakukan pengambilan sampling air drainase untuk pengujian parameter TOC dan Oil & Grease. Tidak hanya itu, PT. Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan juga melakukan hal yang sama untuk memastikan kandungan minyak berasal dari minyak yang produksi/pipa distribusi air terproduksi.

“Hasil lab pasca penanganan tumpahan minyak, juga akan disampaikan dalam laporan tertulis oleh PT. Pertamina kepada DLH Tarakan. Dan hasil pengujian lab terhadap air drainase pasca penanganan, telah memenuhi baku mutu,” beber Hanafia.

Rdp Komisi 3 DPRD Kota Tarakan bersama PT. Pertamina Tarakan dan DLH. Foto : Ist

Diterangkan Hanafia, pihaknya juga memberikan apresiasi kepada PT. Pertamina Tarakan yang telah memberi santunan kepada petani terdampak maupun disekitarnya. Sehingga bisa kembali memulai bercocok tanam.

“Jadi mereka sudah memberikan bantuan dari segi pupuk, bibit dan lain-lainnya. Supaya bisa membantu para petani memulai ulang ini yang kita harapkan dari Pertamina. Dan juga setelah kita melakukan kunjungan lapangan mereka memperbaiki penanganan limbah dan segala macamnya,” tutup Hanafia.

Sementara itu, berdasarkan laporan yang disampaikan PT. Pertamina dalam RDP menyebutkan sumber pencemaran, berasal dari kebocoran pipa ex. produksi dari SP. Mangatal dan SP. Juata. Saat ini pipa tersebut, dimanfaatkan sebagai pipa saluran air terproduksi dari kegiatan sumur yang dialirkan dan dikelola di site F 11 Pamusian untuk diinjeksi kembali.

Untuk pengangkutan produksi minyak dari SP. Mangatal dan SP. Juata, menggunakan truk tanki untuk dikelola di SPU Pamusian. (Mt)

Print Friendly, PDF & Email
Artikel ini telah dibaca 75 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pemerintah Siapkan 47 Apartemen untuk ASN, TNI, Polri di IKN

31 Januari 2023 - 07:07 WITA

Rakor Penanggulangan Inflasi, Antisipasi Menjelang Panen

30 Januari 2023 - 23:19 WITA

Pimpin Ratas, Presiden Minta Jajaran Waspadai Inflasi dan Kenaikan Harga

30 Januari 2023 - 23:11 WITA

Gerindra Minta Kenaikan Ongkos Haji Rp 69 juta Dikaji Ulang: Terlalu Berat untuk Rakyat

30 Januari 2023 - 22:54 WITA

LTABI 2022, Komitmen BI untuk Indonesia Maju

30 Januari 2023 - 18:49 WITA

Menuju Satu Dekade JKN: Kontribusi BPJS Kesehatan Mewujudkan Indonesia Lebih Sehat

30 Januari 2023 - 18:35 WITA

Trending di Daerah
error: Alert: Content is protected !!