TARAKAN, Fokusborneo.com – Rencana pembangunan fasilitas perikanan, khususnya tempat produksi bibit unggul, di kawasan Antiamal terus didorong oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan sektor perikanan Kaltara, mengingat sekitar 35 persen masyarakatnya masih bergantung pada sektor nelayan.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kaltara, Rahmat Sewa, memastikan rencana strategis ini sudah ada sejak lama, meskipun sempat tertunda karena terkendala ketersediaan anggaran.
”Itu sebenarnya sudah lama, tapi karena terkait dengan anggaran yang disiapkan belum memadai,” ungkap Rahmat Sewa.
Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara telah menyiapkan dan mengamankan lahan seluas kurang lebih 6 hektare di Panti Amal. Lahan ini sedang dalam proses pematangan untuk pembangunan fasilitas tersebut.
Rencananya, kawasan ini akan jadikan tempat untuk tempat produksi bibit unggul seperti bibit udang dan lainnya.
”Saya mendukung banget, karena itu kan saya bilang masyarakat-masyarakat ini masih hampir 35 persen itu masih nelayan,” tegas Rahmat Sewa.
Politisi PDI Perjuangan itu menilai betapa pentingnya proyek ini bagi peningkatan sektor perikanan dan kesejahteraan masyarakat.
Meskipun lahan sudah siap, realisasi pembangunan fisik masih menunggu kepastian alokasi anggaran yang memadai. Rahmat Sewa mengakui anggaran menjadi kendala utama.
”Cuma ya anggaran. Makanya ya bertahap lah karena mungkin banyak lebih penting daripada ini,” katanya.
Ia menyarankan agar masyarakat dan media dapat mengonfirmasi informasi teknis dan detail kebutuhan anggaran pembangunan langsung kepada dinas terkait.
Saat ini, fokus utama adalah pengamanan dan pematangan lahan agar tidak terjadi gangguan di kemudian hari. Proyek ini diharapkan menjadi langkah strategis pemerintah provinsi untuk mendorong kemandirian dan keunggulan produk perikanan Kaltara.(**)

















Discussion about this post