TARAKAN, Fokusborneo.com – Pelaksanaan Bursa Kerja (Job Fair) 2025 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada 20-21 November lalu menuai apresiasi, sekaligus memunculkan desakan agar agenda tersebut ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya.
Job Fair ini dipandang sebagai instrumen vital dalam menanggulangi isu pengangguran di tengah masifnya gelombang investasi di Bumi Benuanta.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kaltara, Komaruddin mendorong agar pameran yang tahun ini melibatkan 28 perusahaan dengan total 787 posisi tersebut dapat terus diperluas cakupannya. Ke depannya, diharapkan lebih banyak perusahaan raksasa di Kaltara ikut berpartisipasi.
Politisi PAN menegaskan laju investasi yang pesat harus berbanding lurus dengan penurunan drastis angka pengangguran lokal. Ia menyoroti pentingnya memastikan talenta-talenta terbaik dari Kaltara tidak hanya ditempatkan pada posisi buruh atau level bawah.
“Kami sangat mengapresiasi langkah nyata ini sebagai peredam angka pengangguran. Namun, kunci sukses sebenarnya ada pada konsistensi pelaksanaannya dan perluasan keterlibatan industri,” ujarnya, Minggu (23/11/25).
Ia menegaskan targetnya bukan hanya menekan angka pengangguran, tapi juga menempatkan para lulusan terbaik dan mahasiswa berprestasi asal Kaltara di kursi-kursi jabatan strategis di perusahaan-perusahaan tersebut. “Ini wajib menjadi fokus utama Disnakertrans,” pesannya.
Komaruddin menekankan penyerapan tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan pemerintah provinsi (Pemprov) melalui Disnakertrans untuk berperan aktif sebagai regulator yang memastikan komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.
Job Fair Kaltara 2025 menjadi panggung pertemuan antara 28 korporasi dari berbagai sektor dengan para pencari kerja. Meskipun menyediakan ratusan peluang, tantangan besarnya adalah mengarahkan fokus perusahaan agar tidak lagi mengandalkan tenaga kerja dari luar provinsi, terutama untuk posisi-posisi teknis dan manajerial.
Komaruddin menambahkan, pertumbuhan ekonomi yang ditopang investasi hanya akan bernilai optimal jika turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
“Sangat jelas, investasi yang makin kencang di Kaltara harus berdampak pada kemajuan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan seluruh masyarakat. Oleh karena itu, Pemprov harus mengawal ketat agar dominasi tenaga kerja dari luar segera diimbangi dengan penyerapan yang masif dari potensi SDM lokal kita. Job Fair ini adalah momentumnya, harus dimanfaatkan maksimal.,” pungkasnya.
Komaruddin menilai Job Fair memiliki peran strategis sebagai sarana informasi dan peluang kerja yang mempercepat tercapainya pemerataan kesempatan kerja di tengah percepatan pembangunan daerah.(**)














Discussion about this post