TARAKAN, Fokusborneo.com – Setelah sekian lama berinteraksi di ruang digital, jajaran relawan yang tergabung dalam Tim SH Official akhirnya menggelar pertemuan luring (offline) perdana melalui kegiatan outbound, Minggu (18/2/26).
Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Utara (Kaltara), Supa’ad Hadianto, yang hadir langsung dalam acara tersebut menyampaikan agenda ini merupakan momentum penting untuk mengubah koordinasi yang selama ini bersifat virtual menjadi ikatan persaudaraan yang nyata.
Supa’ad menjelaskan tim ini sebelumnya lebih banyak bergerak melalui koordinasi daring, seperti aplikasi Zoom dan platform media sosial lainnya.
”Hari ini kami sengaja berkumpul secara langsung. Tujuannya sederhana namun mendalam: mempererat persaudaraan secara tatap muka agar Tim SH Official ke depan semakin solid dan bisa saling menguatkan,” ungkap Supa’ad.
Dalam kesempatan tersebut, Supa’ad memberikan klarifikasi mengenai peran strategis Tim SH Official. Ia menegaskan kelompok ini bukanlah tim kampanye atau tim sukses politik, melainkan unit pendukung komunikasinya sebagai legislator di DPRD Provinsi Kaltara Dapil Tarakan.
Ia menilai kehadiran tim ini sangat krusial dalam memberikan transparansi kinerja kepada konstituen diantaranya mempublikasikan agenda dan hasil kerja DPRD kepada publik, Menjangkau masyarakat luas melalui media sosial yang tidak bisa dilakukan secara fisik setiap hari.
Selain itu, memastikan warga mengetahui wakil rakyat mereka benar-benar bekerja.
”Masyarakat perlu tahu apa saja yang dikerjakan wakil rakyat mereka. Tidak mungkin saya mengadakan pertemuan fisik setiap hari, itu tidak efektif. Maka, media sosial menjadi sarana agar masyarakat bisa terus memantau aktivitas kami,” jelasnya.
Supa’ad juga membeberkan fakta menarik bahwa Tim SH Official terbentuk sekitar enam bulan lalu atas inisiatif murni para relawan. Ia mengaku tidak terlibat dalam pembentukan awal, namun memberikan dukungan penuh karena melihat visi positif yang dibawa.
Menariknya, operasional tim ini bersifat mandiri. Supa’ad menegaskan anggota tim bekerja atas dasar kerelawanan tanpa menerima honorarium tetap.
”Mereka ini murni relawan. Tidak ada honor dan saya tidak membiayai secara khusus, hanya membantu sekadarnya. Ini adalah bentuk keterlibatan warga agar tidak ada asumsi bahwa anggota dewan hanya sekadar dinas luar tanpa kerja nyata,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya kegiatan outbound ini, Tim SH Official diharapkan mampu menjadi jembatan informasi yang lebih kokoh antara legislator dan masyarakat Kaltara.(*/mt)















Discussion about this post