TARAKAN, Fokusborneo.com – Aksi kejahatan siber dengan modus pencatutan nama pejabat publik kembali memakan korban.
Kali ini, nama Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Dino Andrian, disalahgunakan oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan melalui platform WhatsApp dan media sosial.
Pelaku diketahui menggunakan identitas serta foto profil yang diambil dari akun media sosial pribadi milik Dino untuk meyakinkan korbannya.
Dengan iming-iming tawaran yang menggiurkan, pelaku berhasil mengelabui salah seorang warga Tarakan hingga mengalami kerugian materi sebesar Rp350 juta. Uang tersebut dikirimkan korban melalui tiga kali transaksi transfer.
Menanggapi kejadian ini, Dino Andrian langsung angkat bicara untuk memberikan klarifikasi.
Ia menegaskan dirinya tidak pernah melakukan komunikasi tersebut dan memastikan nomor yang digunakan pelaku bukanlah miliknya.
”Saya sampaikan dengan tegas bahwa hal itu tidak benar. Nomor telepon saya hanya satu. Jika ada nomor lain yang menghubungi, apalagi menawarkan sesuatu atau meminta data pribadi dan uang, dapat dipastikan itu adalah penipuan,” ujar Dino saat dikonfirmasi, Rabu (11/2/26).
Dino juga menyayangkan jatuhnya korban dalam kasus ini. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran yang datang dari akun-akun yang tidak terverifikasi, meskipun menggunakan foto wajah pejabat publik.
Ia mengingatkan jangan menanggapi permintaan uang atau data pribadi dari nomor asing. Selain itu, pastikan kebenaran informasi melalui saluran komunikasi resmi.
“Segera laporkan ke kepolisian jika menemukan indikasi tindak pidana siber,” pesannya.
Dino mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media digital dan turut menyebarluaskan informasi ini guna memutus rantai penipuan serupa.
”Mari kita saling menjaga. Jangan sampai ada lagi warga kita yang menjadi korban dari modus pencatutan nama seperti ini,” tutupnya.(**)














Discussion about this post