TARAKAN, Fokusborneo.com – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Syamsuddin Arfah, memberikan atensi terhadap aspirasi para atlet dan pemuda berprestasi yang merasa kurang mendapat dukungan optimal dari pemerintah daerah.
Dalam agenda reses masa persidangan tahun 2026 yang berlangsung di Kedai Celebes, Tarakan, Senin (16/2/26), persoalan minimnya anggaran prestasi mencuat sebagai isu krusial yang menuntut solusi konkret.
Di hadapan para mahasiswa dan penggerak kepemudaan, Syamsuddin mengakui adanya diskoneksi antara semangat juang para pemuda dengan ketersediaan dukungan finansial dari pemerintah saat ini.
Politisi PKS tersebut mengungkapkan keprihatinannya atas fenomena di mana para atlet muda merasa perjuangannya membawa nama baik daerah di kancah nasional, termasuk ajang PON, belum mendapatkan rekognisi yang sepadan dalam postur anggaran.
”Banyak talenta muda kita, baik di bidang olahraga maupun prestasi akademik, merasakan kekecewaan yang mendalam. Mereka telah berjuang melampaui batas, namun harus berhadapan dengan realita nihilnya dukungan anggaran. Ini adalah tantangan besar yang kerap disampaikan kepada kami di legislatif,” ungkap Syamsuddin.
Syamsuddin menekankan secara regulasi, Perda Olahraga telah mengamanatkan alokasi anggaran minimal satu persen setiap tahunnya. Namun, fakta pada tahun anggaran 2026 menunjukkan kondisi yang berbanding terbalik dengan amanat tersebut.
”Kondisi tahun 2026 ini menunjukkan keterbatasan anggaran di hampir seluruh sektor prestasi, termasuk bagi KONI. Hal ini sangat disayangkan, sebab tanpa dukungan material yang memadai, eksistensi dan semangat para atlet kita berisiko meredup,” tambahnya.
Kendati mengakui tantangan fiskal daerah yang sedang sulit, Syamsuddin menegaskan aspirasi ini akan menjadi prioritas dalam diskusi anggaran mendatang.
Ia berkomitmen untuk mengawal agar pemerintah tetap memberikan porsi perhatian bagi sektor prestasi melalui skala prioritas yang terukur.
”Kami akan menjadikan aspirasi ini sebagai poin krusial. Perhatian terhadap prestasi anak muda tidak boleh terabaikan meski dalam kondisi terbatas. Jika kanal daerah belum mampu mengakomodasi sepenuhnya, kami akan berupaya menjalin komunikasi ke tingkat pusat demi keberlangsungan prestasi putra-putri Kaltara,” tegasnya.(*/mt)












Discussion about this post