TARAKAN, Fokusborneo.com – Aspal mulus yang baru dinikmati warga Kelurahan Juata Permai selama tiga bulan terakhir ternyata belum cukup.
Dalam pertemuan reses masa persidangan II tahun 2026, Selasa (17/2/26), warga secara blak-blakan menumpahkan sederet usulan pekerjaan rumah kepada Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Supa’ad Hadianto.
Bertempat di Aula Joglo Perumahan Intraca, suasana diskusi berlangsung dinamis.
Warga tidak lagi hanya meminta perbaikan infrastruktur besar, melainkan detail fasilitas penunjang kehidupan sehari-hari yang selama ini luput dari perhatian.
Keluhan paling mencolok datang dari Ketua RT 11, Suparno. Meski bersyukur jalanan sudah tidak berdebu setelah puluhan tahun menunggu, ia merasa kerja bakti warga masih sangat tradisional dan melelahkan.
”Setiap kali kerja bakti kami masih pakai parang. Kami butuh dukungan fasilitas seperti kendaraan roda tiga dan mesin potong rumput. Kami harap ada arahan bagaimana cara mengajukannya agar lingkungan kami benar-benar terawat,” ujar Suparno.
Senada dengan itu, Suroso dari RT 07 menyoroti masalah keamanan lingkungan akibat empat titik lampu jalan yang padam.
Sementara itu, Darmaji, Ketua Koperasi Merah Putih, mengejar target penyelesaian pembangunan koperasi yang sudah 70 persen.
Ia mendesak adanya bantuan tanah timbunan untuk mendukung sektor UMKM dan penyediaan sarana olahraga bagi pemuda di kawasan tersebut.
Masalah akses laut pun mencuat. Hilangnya rute langsung kapal Pelni Tarakan–Surabaya dinilai sangat memberatkan kantong masyarakat karena sistem transit yang memakan waktu dan biaya.
“Administrasi Lengkap, Saya Kawal Habis-habisan,” bebernya.
Mendengar rentetan usulan tersebut, Supa’ad Hadianto tidak ingin memberi janji kosong. Ia menekankan keberhasilan usulan warga bergantung pada kedisiplinan administratif di tingkat bawah.
Supa’ad meminta para Ketua RT segera merapikan usulan secara tertulis. “Tugas RT membuat usulan resmi dan dimasukkan dalam Musrenbang. Kalau administrasinya lengkap, saya bisa kawal. Semua serba mungkin,” tegasnya.
Politisi NasDem berjanji akan memilah usulan yang menjadi porsi Provinsi dan mana yang harus didorong ke Pemerintah Kota agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran.
Khusus rute Tarakan–Surabaya, Supa’ad berkomitmen membawa masalah ini ke meja perundingan resmi. “Nanti akan saya sampaikan secara resmi agar ada perhatian untuk membuka kembali rute yang mempermudah masyarakat,” katanya.
Alasan menghadirkan perwakilan BPJS secara langsung dalam reses tersebut, adalah langkah awal untuk membantu warga yang mengalamj tunggakan iuran melalui skema cicilan.
Supa’ad memastikan seluruh aspirasi ini telah direkap untuk diperjuangkan secara bertahap. Ia menantang warga untuk segera melengkapi berkas usulan agar bisa segera bertempur di meja anggaran.(*/mt)














Discussion about this post