TARAKAN, Fokusborneo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kini tengah serius menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengembangan Perbukuan dan Budaya Literasi.
Sebagai regulasi inisiatif dewan, Raperda ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsj Kaltara, Supa’ad Hadianto.
Supa’ad menyatakan kehadiran Raperda ini merupakan langkah krusial di tengah mulai lunturnya budaya membaca di kalangan generasi muda, mulai dari tingkat pendidikan dasar hingga menengah atas.
Dalam pembahasannya, Supa’ad menekankan agar substansi Raperda ini tidak hanya terjebak pada definisi buku secara fisik, namun harus memiliki spektrum yang lebih luas, termasuk menyentuh aspek Local Wisdom atau kearifan lokal.
”Budaya masyarakat Kaltara ini sangat kaya dengan berbagai etnik di dalamnya. Saya berharap Raperda ini mampu mengatur agar seni dan budaya lokal masuk ke dalam muatan perbukuan literasi kita. Jadi, cakupannya harus lebih dalam dan luas,” ujar Supa’ad.
Menyikapi perkembangan zaman, Supa’ad mengakui media elektronik adalah sebuah keniscayaan peradaban yang tidak bisa disingkirkan. Namun, ia menegaskan pentingnya keseimbangan antara kemajuan teknologi dengan budaya membaca buku fisik.
Politisi NasDem itu mengarahkan anak cucu agar tidak hanya terpaku pada smartphone, tetapi tetap memiliki minat membaca buku. Termasuk mengatur teknis supaya buku benar-benar sampai ke tangan siswa dan masyarakat, bahkan hingga ke ruang publik seperti kafe.
Selain itu, mengimbangi persentase budaya baca antara buku elektronik (e-book) dan buku cetak.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Supa’ad yang juga merupakan Pembina Taman Bacaan Masyarakat Indonesia (TBMI) di Kaltara, berencana melibatkan para pemangku kepentingan secara lebih intensif.
”Kami telah mengarahkan tim pakar DPRD dan tim inovasi untuk bertemu membahas ini lebih dalam. Setelah itu, kita akan libatkan kelompok-kelompok seperti TBM untuk memberikan masukan. Saya akan menjadi endorser dan mendukung penuh gerakan TBM agar terus aktif di tengah masyarakat,” tambahnya.(*/mt)












Discussion about this post