TARAKAN, Fokusborneo.com – Warga Kelurahan Selumit Pantai, Kecamatan Tarakan Tengah, kembali mendesak percepatan realisasi pelebaran jalan di samping Kantor BRI.
Aspirasi ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kota Tarakan, Kamis (26/2/26).
Pelebaran jalan seluas 1,10 meter tersebut dinilai krusial sebagai akses utama kendaraan darurat, seperti mobil pemadam kebakaran dan ambulans, yang selama ini kerap terhambat masuk ke wilayah pemukiman padat penduduk tersebut.
Ketua RT 16 Selumit Pantai, Nurdiana, menjelaskan penambahan lebar jalan sangat mendesak mengingat kondisi akses saat ini tidak memungkinkan dua kendaraan roda empat berpapasan. Jika pelebaran terealisasi, lebar jalan akan meningkat menjadi 4,80 meter.
”Kami berharap selagi Kantor BRI sedang dalam proses pembangunan, sebagian kecil lahan tersebut dapat dihibahkan untuk pelebaran jalan. Ini murni untuk kelancaran akses ambulans dan armada pemadam kebakaran,” ungkap Nurdiana.
Ia menambahkan usulan ini bukanlah hal baru, melainkan aspirasi warga yang telah bergulir sejak lama. Warga pun menaruh harapan besar agar keputusan dari pimpinan pusat BRI dapat segera keluar pada bulan depan.
Di sisi lain, Ketua RW 2 Selumit Pantai, Rusli, mengungkapkan rasa kecewanya terkait lambatnya respons dari pihak perbankan.
Menurutnya, permohonan tertulis telah dilayangkan berkali-kali, bahkan sejak tahun 2005, namun hingga kini belum membuahkan hasil yang konkret.
”Persoalan utama kami adalah keamanan. Jika terjadi kebakaran dan ada kendaraan terparkir di bahu jalan, mobil pemadam praktis tidak bisa masuk. Ini yang sangat kami khawatirkan,” tegas Rusli.
Meski demikian, warga memberikan apresiasi kepada DPRD Kota Tarakan yang telah memfasilitasi mediasi ini.
Warga berharap pemerintah daerah turut memberikan tekanan positif agar kepentingan publik ini dapat diprioritaskan.
”Yang kami minta tidak banyak, hanya sekitar satu meter lebih untuk kemaslahatan masyarakat banyak. Kami percaya dewan mampu mengawal aspirasi ini hingga tuntas,” pungkasnya.(*/mt)















Discussion about this post