TARAKAN, Fokusborneo.com – Komisi II DPRD Kota Tarakan memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inovasi pengolahan limbah plastik menjadi botol alat bantu budidaya rumput laut.
Hal ini terungkap saat jajaran Komisi II melakukan kunjungan kerja ke kantor PT Pertamina EP Tarakan Field pada Kamis (2/4/26).
Kunjungan ini, juga diikuti Anggota Komisi II diantaranya Jelita Pangden Pongsobidang, Cudarsiah, dan Al Razali diterima jajaran Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan diantaranya Chris Natalia Decki Pjs Field Manager, Hafis Senior Enegering serta Abrar Putra Siregar bagian CSR.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tarakan, Markus Minggu, menyatakan produk botol hasil daur ulang tersebut merupakan solusi efektif bagi permasalahan limbah sekaligus efisiensi biaya operasional bagi para nelayan dan petani rumput laut.
Menurut Markus, selama ini nelayan seringkali menggunakan botol plastik sekali pakai yang mudah rusak, sehingga menambah beban biaya dan tumpukan sampah di laut. Sebaliknya, produk hasil binaan mitra Pertamina ini memiliki daya tahan yang jauh lebih tinggi.
”Kalau nelayan pakai botol plastik biasa, itu paling sekali pakai habis atau rusak. Nah, kalau yang dibuat oleh mitra Pertamina ini, bisa tahan lama dan dipakai 4 sampai 5 kali,” ujar Markus Minggu.
Dengan masa pakai yang lebih lama, diharapkan para petani dapat menghemat biaya pengadaan sarana produksi, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Mengingat produk inovatif tersebut saat ini berkembang pesat di wilayah Nunukan melalui program kemitraan Pertamina, Markus menegaskan DPRD akan mendorong kelompok nelayan di Tarakan untuk mengadopsi teknologi serupa.
”Kami perlu melakukan studi ke sana (Nunukan) untuk melihat sejauh mana proses pembuatannya. DPRD akan mendorong kelompok nelayan dan petani rumput laut di Tarakan agar bisa membuat produk yang sama,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, Markus juga menekankan pentingnya peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya Pertamina Hulu, untuk terus meningkatkan program pemberdayaan masyarakat di wilayah kerjanya.
Ia berharap kontribusi perusahaan tidak hanya terbatas pada kegiatan pertambangan, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan warga, terutama di wilayah Tarakan Utara seperti Juata Kerikil yang merupakan daerah operasional Pertamina.
”Kami ingin memastikan kehadiran BUMN membantu pemerintah dalam menyejahterakan warga Tarakan. Program-program seperti ini sangat penting untuk menyentuh langsung kebutuhan masyarakat bawah,” pungkasnya.(*/mt)

















Discussion about this post