BALIKPAPAN, Fokusborneo.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan terus memperkuat upaya menjaga kebersihan kota dengan memanfaatkan teknologi modern. Salah satu inovasi yang kini menjadi andalan adalah pengoperasian empat unit mobil sweeper atau kendaraan penyapu jalan otomatis yang berfungsi membersihkan ruas-ruas jalan utama secara efisien dan merata.
Kabid DLH, Dodi, menyampaikan penggunaan mobil sweeper merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembersihan jalan tanpa menambah jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) penyapu jalan.
“Sweeper yang aktif saat ini ada empat unit. Dengan teknologi ini, jangkauan kerja lebih luas dan hasil pembersihan lebih merata, tanpa harus menambah petugas,” ujarnya pada Jumat (28/11/2025).
Mobil sweeper beroperasi di koridor jalan utama, kawasan perkantoran, pusat perbelanjaan, dan lokasi dengan intensitas lalu lintas tinggi. Alat ini mampu menyapu debu, pasir, daun, dan sampah kecil secara otomatis sambil bergerak, sehingga proses pembersihan berjalan lebih cepat dan efisien.
Selain itu, keberadaan mobil sweeper membantu mengurangi risiko kerja manual petugas, yang selama ini harus membersihkan jalan di tengah kondisi lalu lintas padat dan cuaca ekstrem.
Dodi menjelaskan pola operasional sweeper telah dijadwalkan secara rutin, terutama pada jam pagi dan malam saat arus kendaraan relatif lengang.
“Penjadwalan yang tepat memungkinkan pembersihan optimal, tanpa mengganggu aktivitas warga atau lalu lintas,” katanya.
Ia menambahkan, meski sweeper sangat efektif, peran tenaga penyapu jalan tetap penting, terutama dalam menangani area sempit atau fasilitas publik yang tidak bisa dijangkau alat otomatis.
Modernisasi sarana kebersihan ini juga menjadi bagian dari strategi DLH dalam menyiapkan Balikpapan sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan alat dan teknologi yang memadai, wajah kota dapat terlihat bersih, tertata, dan nyaman bagi warga maupun pengunjung.
Dodi menegaskan, evaluasi terhadap penggunaan mobil sweeper akan terus dilakukan, termasuk kemungkinan penambahan unit di masa depan jika diperlukan untuk memenuhi kebutuhan wilayah yang terus berkembang.
“Pengoperasian mobil sweeper bukan menggantikan peran petugas, tetapi memperkuat dan memperluas jangkauan kerja mereka. Hasilnya lebih maksimal, kota lebih bersih, dan petugas pun lebih aman bekerja,” ujarnya.
DLH menegaskan penggunaan teknologi kebersihan ini menjadi bukti nyata adaptasi pemerintah kota terhadap inovasi modern demi pelayanan publik yang lebih baik.
Kedepannya, pengelolaan kebersihan akan terus disesuaikan dengan pertumbuhan kota, peningkatan jumlah kendaraan dan kebutuhan masyarakat akan lingkungan yang bersih.
“Dengan empat unit sweeper ini, kami berharap Balikpapan tetap bersih dan nyaman, sekaligus mendukung petugas lapangan agar bekerja lebih aman dan efektif. Teknologi hanya memperkuat peran mereka, bukan menggantikannya,” ujar Dodi. (oc)















Discussion about this post