BALIKPAPAN, Fokusborneo.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memperkuat komitmen dalam menekan angka stunting melalui berbagai langkah strategis dan terintegrasi sepanjang tahun 2025. Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa penanganan stunting menjadi salah satu prioritas utama pembangunan sumber daya manusia di Kota Minyak.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Balikpapan menyalurkan program pemberian makanan tambahan kepada kelompok rentan. Sepanjang 2025, sebanyak 7.133 bayi dan balita serta 399 ibu hamil telah menerima bantuan makanan tambahan guna memastikan kecukupan gizi, khususnya pada masa 1.000 hari pertama kehidupan yang sangat menentukan tumbuh kembang anak.
Selain intervensi gizi, pemerintah kota juga menggencarkan gerakan bersama posyandu melalui Program Karamunting. Program ini terbukti meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan posyandu secara signifikan.
“Alhamdulillah, melalui gerakan ini kunjungan masyarakat ke posyandu meningkat hingga lebih dari 90 persen. Ini menunjukkan kesadaran warga terhadap pentingnya pemantauan kesehatan ibu dan anak semakin baik,” ujar Rahmad Mas’ud.
Upaya penguatan sumber daya manusia juga dilakukan melalui pelatihan kader tim pendamping serta optimalisasi peran PKK melalui Program Karamunting (Kader Penggerak Melawan Stunting). Program yang digagas oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan ini dinilai mampu meningkatkan kapasitas kader di lapangan.
“Alhamdulillah, program ini berjalan dengan baik. Kita berharap pengetahuan dan keterampilan kader semakin meningkat dalam mendampingi keluarga berisiko stunting melalui pendekatan promotif dan preventif,” tambahnya.
Tidak hanya fokus pada aspek gizi dan edukasi, Pemkot Balikpapan juga melaksanakan intervensi pendukung lainnya, seperti penyaluran paket protein melalui cadangan pangan pemerintah daerah, penguatan pengelolaan air limbah, serta perluasan akses air bersih. Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat sebagai faktor penting dalam pencegahan stunting.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, Pemkot Balikpapan optimistis percepatan penurunan stunting dapat dicapai secara berkelanjutan demi mewujudkan generasi Balikpapan yang sehat, cerdas, dan berkualitas.(oc)















Discussion about this post