TARAKAN, Fokusborneo.com – Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) mulai digulirkan di Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian di Kota Tarakan.
Program tersebut dimotori Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Utara dan dilaksanakan oleh Kodim 0907/Tarakan, yang ditandai dengan tanam padi perdana di lahan cetak sawah milik masyarakat, Rabu (7/1/2026).
Kegiatan tanam padi perdana dihadiri Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes., bersama Dandim 0907/Tarakan Letkol Inf Syaiful Arif, S.Sos., M.Han., unsur Forkopimda Kota Tarakan, perwakilan Dinas Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat.
Dandim 0907/Tarakan Letkol Inf Syaiful Arif menyampaikan program cetak sawah merupakan bentuk dukungan TNI AD dalam memperkuat sektor pertanian dan mendorong kemandirian pangan daerah.
“Program cetak sawah menjadi langkah konkret untuk menambah luas lahan pertanian produktif serta meningkatkan hasil pertanian di wilayah Kota Tarakan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pelaksanaan cetak sawah juga mencerminkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan ke depan.
“Kegiatan ini menunjukkan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus mendorong semangat gotong royong di tengah masyarakat,” katanya.
Program Cetak Sawah Rakyat di Kelurahan Juata Laut diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi padi sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.
Selain memperluas lahan tanam, program tersebut juga diarahkan untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan tidur agar menjadi lahan pertanian yang berkelanjutan.
Pelaksanaan CSR ini menjadi bagian dari strategi penguatan ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada beras di wilayah Kalimantan Utara, dengan harapan Kota Tarakan dapat berkontribusi sebagai salah satu daerah penghasil pangan di provinsi tersebut.
“Kami (TNI) hadir untuk membantu rakyat. Program cetak sawah ini bukan hanya menambah luas lahan produktif, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kemandirian pangan di daerah,” tegas Dandim. (*)















Discussion about this post