TARAKAN, Fokusborneo.com – Akses distribusi barang dari pusat industri Surabaya menuju Kalimantan Utara (Kaltara) dipastikan semakin kokoh pada tahun 2026.
PT Pelni (Persero) Cabang Tarakan mengumumkan penugasan armada KM Logistik Nusantara V untuk melayani rute Tol Laut yang menghubungkan langsung Surabaya dengan Tarakan.
Kepala PT Pelni Cabang Tarakan, Ferdy Ronny Masengi, menyatakan penugasan dari Kementerian Perhubungan ini merupakan langkah strategis untuk menjamin ketersediaan barang pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat Tarakan.
Kapal Tol Laut ini, akan menempuh trayek tetap Surabaya – Makassar – Nunukan – Tarakan – Makassar – Surabaya.
Dengan rute ini, para pelaku usaha di Tarakan memiliki akses langsung untuk mendatangkan komoditas unggulan dari Surabaya, maupun mengirimkan hasil daerah kembali ke Jawa Timur.
”Kapal dijadwalkan tiba di Tarakan pada 25 Januari 2026. Ini adalah perjalanan perdana yang membawa barang-barang kebutuhan pokok yang sangat diperlukan oleh kota kita,” ujar Ferdy Ronny Masengi, Senin (12/1/26).
Salah satu keunggulan utama dari layanan ini adalah tarif subsidi pemerintah yang dikelola secara transparan melalui sistem online. Ferdy menekankan kehadiran Pelni dengan kapal berkapasitas 200 TEUs (Kontainer) ini bertujuan untuk memangkas biaya logistik yang selama ini menjadi beban harga barang.
”Tarifnya sudah disubsidi dan terintegrasi langsung dengan sistem pusat di Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perdagangan. Semua transparan, tidak ada penambahan biaya di luar ketentuan pemerintah,” tegasnya.
Menariknya, rute Surabaya-Tarakan kali ini juga menyiapkan fasilitas bagi pengusaha produk beku (frozen food). KM Logistik Nusantara V dilengkapi dengan 7 hingga 8 unit reefer container (kontainer pendingin).
Hal ini membuka peluang besar bagi pengiriman komoditas sensitif suhu seperti daging, ikan, atau produk olahan lainnya dari Surabaya ke Tarakan dalam kondisi tetap segar.
Selain mendatangkan barang dari Surabaya, Ferdy mengajak para pengusaha lokal untuk memanfaatkan muatan balik.
PT Pelni berharap kapal tidak kembali ke Surabaya dalam keadaan kosong, melainkan membawa komoditas unggulan Kalimantan Utara (Kaltara) seperti rumput laut.
”Kami akan melakukan sosialisasi pada tanggal 19 dan 20 Januari ini. Kami ingin bertemu pelaku usaha untuk berdiskusi mengenai apa saja muatan yang bisa dibawa keluar dari Tarakan menuju Makassar dan Surabaya,” tambahnya.
Bagi pelaku usaha yang ingin memanfaatkan jalur Surabaya-Tarakan ini, prosedur pendaftaran dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Perdagangan.
Hal ini dilakukan untuk memastikan pengguna jasa Tol Laut adalah pihak yang memenuhi verifikasi dan benar-benar berkontribusi pada stabilitas ekonomi daerah.(*/mt)















Discussion about this post