BULUNGAN, Fokusborneo.com – Pemerintah Kabupaten Bulungan mulai mematangkan pengembangan komoditas kakao sebagai salah satu sektor unggulan pertanian daerah. Upaya tersebut ditandai dengan kegiatan identifikasi calon petani dan calon lahan yang dilakukan langsung di Desa Metun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Selasa (13/1).
Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md didampingi Sekretaris Daerah, Risdianto, S.Pi, M.Si, bersama jajaran Dinas Pertanian melaksanakan identifikasi dan penetapan Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) pengembangan budidaya kakao sekaligus persiapan program hilirisasi kakao pada Kelompok Tani Senguyun.
Baca Juga
Dalam kesempatan tersebut, Wabup memastikan kesiapan pelaksanaan program hilirisasi kakao yang diinisiasi Dinas Pertanian Bulungan. Program ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian serta mendorong kenaikan pendapatan petani melalui penguatan rantai produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Kegiatan CPCL bertujuan mengidentifikasi secara langsung kondisi lahan, jumlah calon petani, kesiapan sarana dan prasarana, serta potensi pengembangan kakao di tingkat kelompok tani. Data yang diperoleh akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyalurkan dukungan program secara tepat sasaran, baik berupa pendampingan teknis, penyediaan bibit unggul, maupun pelatihan pengolahan hasil kakao.
Sekretaris Daerah Bulungan turut mendampingi rangkaian kegiatan sekaligus melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian dan kelompok tani terkait kesiapan administrasi serta aspek teknis pelaksanaan hilirisasi di lapangan.
Kepala Dinas Pertanian Bulungan, Kristiyanto, SP, MT, menyampaikan bahwa identifikasi CPCL secara langsung penting untuk memastikan program hilirisasi berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi petani.
“Kami berharap dukungan penuh dari seluruh pihak, terutama kelompok tani, agar kegiatan ini menjadi awal kebangkitan komoditas kakao di Bulungan,” ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bulungan menargetkan hilirisasi kakao tidak hanya meningkatkan produksi dan kualitas biji kakao, tetapi juga membuka peluang investasi pengolahan di daerah. Dengan demikian, komoditas kakao diharapkan mampu menumbuhkan usaha kecil dan menengah berbasis olahan cokelat serta memperkuat perekonomian masyarakat pedesaan.(**)















Discussion about this post