TARAKAN, Fokusborneo.com – Selama 2025, Anggota DPD RI Herman telah berhasil memperjuangkan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) untuk Kalimantan Utara (Kaltara) sebanyak 2.500 penerima.
Hal tersebut disampaikan Herman saat menghadiri undangan reses Anggota DPRD Kota Tarakan, Barokah, di Karang Rejo, Jumat (16/1/26).
Anggota Komite III menyampaikan kuota beasiswa PIP untuk wilayah Kaltara mengalami peningkatan signifikan berkat koordinasi lintas lembaga di tingkat pusat.
Dalam pertemuan tersebut, Herman memaparkan komitmennya dalam mengawal sektor pendidikan di Bumi Paguntaka.
Herman menjelaskan secara reguler, jatah beasiswa PIP untuk anggota DPD RI di Komite III sebenarnya adalah 1.000 kuota. Namun, melalui komunikasi intensif dengan rekan-rekan di DPR RI, ia berhasil membawa total 2.500 beasiswa PIP untuk Kaltara.
”Dari 2.500 kuota tersebut, sebanyak 1.500 dialokasikan khusus untuk Kota Tarakan, sementara 1.000 sisanya tersebar di empat kabupaten lain. Tarakan memang menjadi skala prioritas,” ujar Herman.
Salah satu sekolah yang merasakan dampak besar adalah SDN 018 Tarakan yang berada di Kelurahan Karang Rejo, di mana pada tahun lalu hampir 200 siswanya berhasil mendapatkan bantuan pendidikan ini.
Herman berharap pada tahun 2026 ini, jumlah penerima bisa dipertahankan atau bahkan ditambah.
Menanggapi pertanyaan warga, seperti Maimunah RT 06 yang menanyakan proses pengajuan, Herman menekankan dua syarat mutlak yaitu harus melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) mengingat beasiswa ini diprioritaskan bagi keluarga prasejahtera.

Persyaratan lainnya, anak harus terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di sekolah masing-masing.
”Intinya, selama anak tersebut terdaftar di Dapodik sekolah, Insya Allah ada peluang. Memang kuota dari pemerintah terbatas, misalnya di satu sekolah butuh 300 tapi jatahnya cuma 50, di sinilah peran kami untuk menutup celah tersebut dengan kuota tambahan,” tambahnya.
Selain PIP untuk jenjang sekolah dasar dan menengah, Herman juga menyediakan kuota Beasiswa KIP-Kuliah untuk 60 mahasiswa. Ia mengingatkan para orang tua yang anaknya duduk di kelas 3 SMA agar segera bersiap.
”Untuk beasiswa kuliah, syaratnya anak tersebut harus terdaftar dulu di salah satu kampus. Jadi, luluskan dulu sekolahnya, daftar ke kampus, baru beasiswanya bisa diproses,” jelasnya menjawab kegelisahan Yayuk, salah satu warga yang hadir.
Dalam sesi dialog, Ketua RT 05, Jumanto, memberikan masukan agar pemerintah tidak hanya fokus pada bantuan kurang mampu, tetapi juga menyediakan beasiswa khusus prestasi. Hal ini bertujuan agar siswa SD hingga SMA lebih bersemangat dalam mengejar capaian akademik maupun non-akademik.
Menanggapi hal itu, Herman menjelaskan untuk beasiswa berprestasi ada di sediakan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara yaitu beasiswa Kaltara Unggul.
“Untuk di pusat sebenarnya juga ada bagi yang menempuh pendidikan S2 atau S3 itu adanya di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Kami DPD RI hanya bisa merekomendasikan, terkait dapat tidaknya gak bisa menjamin,” bebernya.
Menutup penyampaiannya, Herman berpesan agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran. Tahun ini, ia kembali mendapatkan kuota sebanyak 1.000 PIP.
“Ini untuk orang yang benar-benar tidak mampu. Semoga bantuan ini bermanfaat dan anak-anak kita bisa terus sekolah tanpa kendala biaya,” pungkasnya.(*/mt)














Discussion about this post