TARAKAN, Fokusborneo.com – Sebanyak 1.347 warga Kota Tarakan resmi dicoret dari daftar penerima Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS). Langkah tegas ini diambil Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) setelah menemukan ribuan data yang tidak tepat sasaran saat verifikasi lapangan.
Kepala Dinsos PM Tarakan, Arbain, menegaskan pihaknya tidak segan untuk langsung menonaktifkan hak penerima jika ditemukan ketidaksesuaian ekonomi. Ia menyoroti adanya temuan warga mampu yang masih terdaftar dalam basis data bantuan sosial.
”Instruksi dari Kementerian Sosial sangat jelas. Begitu petugas di lapangan mendapati ada penerima yang kondisi rumahnya layak dan fasilitasnya mencukupi, bantuan langsung kami hentikan. Mereka tidak lagi masuk kategori warga tidak mampu, sehingga datanya kami usulkan untuk segera diubah,” tegas Arbain, Senin (19/1/26).
Ia menambahkan angka 1.347 tersebut hanyalah temuan awal. Mengingat proses verifikasi terhadap 27.116 jiwa dalam DTSEN masih berjalan hingga awal 2026, kemungkinan besar jumlah warga yang dicoret akan terus bertambah.
Arbain juga menjelaskan carut-marut data ini merupakan residu dari sistem pendaftaran mandiri pada masa pandemi. Saat itu, validasi lapangan sulit dilakukan karena keterbatasan akses.
”Dulu saat pandemi, sistem memungkinkan masyarakat mendaftar secara mandiri melalui aplikasi DTKS. Akibatnya, banyak data yang masuk tanpa melalui proses verifikasi faktual. Saat ini, setelah transisi ke sistem DTSEN, kami melakukan pembersihan total untuk memastikan keakuratan data tersebut,” imbuhnya.
Selain faktor ekonomi, hilangnya ribuan nama dari daftar penerima juga dipicu masalah administratif. Tim di lapangan kerap menemui kendala di mana alamat penerima tidak ditemukan atau yang bersangkutan sudah tidak menetap di Tarakan.
”Banyak alamat yang ternyata tidak jelas atau berada di kawasan tambak, sehingga sulit diverifikasi. Ada juga yang sudah pindah domisili. Semua yang bermasalah secara administrasi maupun ekonomi tetap kami laporkan sebagai data tidak layak agar penyaluran ke depannya lebih tepat sasaran,” tutupnya.(*/mt)















Discussion about this post