TARAKAN, Fokusborneo.com – Wajah kawasan depan Lapangan Tenis Indoor Telaga Keramat, Kelurahan Kampung Enam, dipastikan akan segera berubah.
Pemerintah Kota Tarakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) berencana membangun fasilitas pedestrian atau trotoar di sepanjang lokasi yang saat ini ditempati para pedagang buah musiman.
Rencana pembangunan infrastruktur ini, disampaikan DPUTR saat kunjungan lapangan yang dilakukan Komisi I DPRD Kota Tarakan bersama jajaran OPD terkait pada Selasa (27/1/26).
Pembangunan trotoar ini disebut-sebut sebagai alasan utama diperlukannya relokasi atau penataan ulang para pedagang agar kawasan tersebut lebih tertata dan ramah bagi pejalan kaki.
Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kota Tarakan, Syahrun, menjelaskan konsep pembangunan trotoar ini bukan sekadar untuk jalan kaki, melainkan dirancang sebagai area publik yang estetik. Dengan lebar sekitar 2 hingga 3 meter, trotoar ini nantinya memungkinkan masyarakat untuk bersantai sambil menikmati suasana.
”Konsepnya kita bangun trotoar supaya pemandangan di sini enak dan indah. Ketika ada orang jualan, masyarakat bisa duduk bersantai di situ. Kami juga tetap menyiapkan space untuk parkiran, jangan sampai pembangunan ini justru menghilangkan area parkir,” ujar Syahrun.
Ia menambahkan program ini sebenarnya merupakan rencana lama yang baru akan direalisasikan untuk mengembalikan fungsi jalan dan mempercantik akses mobilisasi di area tersebut.
“Kami ingin membangun tempat pedestrian agar terlihat cantik. Anggarannya diperkirakan mencapai Rp200 juta hingga Rp300 juta yang bersumber dari APBD Kota Tarakan,” tambahnya.
Mendengar paparan tersebut, Ketua DPRD Kota Tarakan, Muhammad Yunus, yang memimpin langsung peninjauan lapangan, berharap pembangunan trotoar ini bisa menjadi solusi jangka panjang yang menguntungkan semua pihak. Namun, ia kembali mengingatkan agar selama proses transisi menuju pembangunan, nasib para pedagang buah musiman tetap diperhatikan.
”Jika memang tujuannya untuk mempercantik kota dengan trotoar, tentu kita dukung. Namun, penataan pedagang harus sejalan. Jangan sampai pembangunan berjalan, tapi pedagang tidak memiliki kejelasan tempat. Kita ingin pedestrian ini nantinya justru menjadi daya tarik bagi pembeli, bukan malah mematikan rezeki pedagang,” kata Yunus.
Kunjungan lapangan ini turut dihadiri jajaran lengkap, mulai dari Anggota Komisi I DPRD Tarakan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga perwakilan Disbudporapar dan Dinas Perkim.
Kehadiran berbagai instansi ini menunjukkan penataan di depan Tennis Indoor tidak hanya soal pembangunan fisik trotoar, tetapi juga melibatkan aspek ketertiban umum dan pariwisata.
Pihak Kecamatan Tarakan Timur dan Kelurahan Kampung Enam juga menyambut baik rencana DPUTR tersebut.
Dengan adanya trotoar yang teratur, diharapkan tidak ada lagi pedagang yang meluber hingga ke bahu jalan, sehingga faktor keselamatan lalu lintas yang selama ini dikhawatirkan Dinas Perhubungan dapat teratasi.(*/mt)















Discussion about this post