BALIKPAPAN, Fokusborneo.com – Tim SAR Balikpapan melakukan evakuasi darurat terhadap empat korban kecelakaan di Kapal KM. Dharma Kartika IX yang sandar di Pelabuhan Semayang, Selasa (27/1/2026) pagi.
Kecelakaan ini melibatkan beberapa kendaraan di dek kapal, menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Balikpapan, Endrow Sasmita, S.E., M.M. mengungkapkan, laporan kecelakaan diterima pihak SAR pada pukul 08.48 WITA. Segera setelah menerima informasi, tim rescue diberangkatkan ke lokasi kejadian.
“Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak menuju Pelabuhan Semayang. Kami mengutamakan kecepatan dan keselamatan karena korban terjebak di dalam kendaraan di dek kapal,” ujar Endrow.
Tim tiba di lokasi pada pukul 09.30 WITA dan langsung melakukan evakuasi bersama pihak pelabuhan dan petugas keamanan kapal.
Dalam kecelakaan ini, empat orang menjadi korban. Satu orang meninggal dunia, sedangkan tiga lainnya mengalami luka-luka dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan. Endrow menjelaskan, korban terdiri dari tiga dewasa dan seorang anak-anak.
“Korban selamat sedang mendapatkan perawatan medis. Anak-anak yang terlibat masih dalam pemantauan ketat tim medis untuk memastikan kondisinya stabil,” kata Endrow.
Selain korban manusia, sejumlah kendaraan di dek kapal juga mengalami kerusakan parah. Truk pengangkut beras terbalik, sementara kendaraan pick up pengangkut telur dan Triton tertimpa muatan truk.
Endrow menegaskan proses evakuasi tidak hanya fokus pada korban, tetapi juga untuk menyingkirkan reruntuhan kendaraan agar area aman.
“Kami memprioritaskan keselamatan semua pihak. Selain mengevakuasi korban, tim juga menata kendaraan dan muatan yang berserakan. Hal ini penting untuk mencegah kecelakaan lanjutan,” jelas Endrow.
Operasi SAR diperkirakan akan berlangsung hingga seluruh barang dan kendaraan dievakuasi dari kapal. Endrow menambahkan koordinasi dengan pihak pelabuhan, kepolisian, dan rumah sakit berjalan lancar untuk memastikan proses evakuasi cepat dan efektif.
“Keselamatan menjadi prioritas utama kami. Tim akan bekerja sampai semua area kapal aman dan tidak ada korban atau barang yang tertinggal,” tutup Endrow. (*)















Discussion about this post