TARAKAN, Fokusborneo.com – Peristiwa kebakaran melanda lantai satu Masjid Assolihin yang berlokasi di RT 8, Kelurahan Karang Harapan, Kota Tarakan pada Rabu (27/1/26).
Area yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan aset tersebut hangus tak bersisa, mengakibatkan kerugian materiil yang cukup besar.
Sekretaris Pengurus Masjid Assolihin, Yudi, menyampaikan api diduga kuat berasal dari tumpukan ambal (karpet) di lantai satu. Hampir seluruh sudut di lantai tersebut menghitam akibat jilatan api dan asap pekat.
”Informasi dari Pak Ustad, ambal yang pertama kali terbakar. Di lantai satu itu memang jadi gudang penyimpanan peralatan fardu kifayah, ambal, dan aset lainnya,” ujar Yudi.
Yudi menaksir kerugian mencapai angka ratusan juta rupiah mengingat banyaknya barang inventaris dan material bangunan yang tersimpan di sana.
”Kerugian bisa mencapai Rp200 juta. Barang yang terbakar itu separuhnya alat untuk pembangunan masjid dan separuhnya lagi alat inventaris masjid,” tambahnya.
Tragisnya, pihak pengurus masjid tidak dapat memantau rekaman awal kejadian melalui CCTV. Hal ini dikarenakan masjid tersebut baru saja menjadi korban pencurian dua pekan lalu, di mana pelaku turut menggasak perangkat CCTV dan kotak amal.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP dan Pemadam Kebakaran (PMK) Sofyan melalui Kepala Bidang PMK, Eko Supriyatnoko, menjelaskan pihaknya menerima laporan pertama kali melalui grup koordinasi pada pukul 14.20 WITA. Personel dari Sektor Utara tiba di lokasi sepuluh menit kemudian, namun api sudah terlanjur membesar.
”Begitu sampai, kondisi asap sudah hitam pekat. Kami langsung melakukan langkah awal dan masuk ke lantai satu untuk melakukan size up. Di sana banyak ditemukan ambal dan kayu yang terbakar, itu yang memicu asap tebal,” jelas Eko.
Sebanyak 28 personel gabungan dari PMK dan Satpol PP dikerahkan ke lokasi dengan dukungan armada dari Mako 1 unit fire, 2 unit supply, dan 1 unit rescue, sektor utara 1 unit fire dan 1 unit supply, serta BPBD 1 unit fire dan 1 unit supply.
Eko menduga ada keterlambatan pelaporan dari warga sehingga saat petugas tiba, suhu di dalam ruangan sudah sangat tinggi. Hal ini menuntut kehati-hatian ekstra saat proses pendinginan agar tidak merusak struktur bangunan.
”Beton yang terkena panas tinggi jika langsung disiram air secara masif bisa retak dan merusak struktur. Kami sangat hati-hati dalam proses pendinginan selama hampir setengah jam tadi,” tutur Eko.
Akibat kondisi ini, pihak pengurus masjid memutuskan untuk mengosongkan area dan tidak menggunakan masjid untuk salat Asar sementara waktu.
“Kami takut betonnya runtuh karena efek panas api tadi, jadi sementara belum digunakan dulu,” pungkas Yudi.
Mengenai penyebab pasti kebakaran, pihak PMK menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian.(*/mt)















Discussion about this post