BALIKPAPAN, Fokusborneo.com — PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berkolaborasi dengan PT Elnusa Petrofin Area Kalimantan menggelar simulasi Organisasi Keadaan Darurat (OKD) sebagai upaya penguatan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas stakeholder dalam penanggulangan insiden di jalur distribusi energi. Simulasi dilaksanakan di Jalan Panorama Baru, kawasan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan, dengan skenario mobil tangki mengalami insiden hilang kendali akibat komponen draglink terlepas dan menabrak tiang. Skenario ini dirancang untuk melatih respons cepat, pengamanan area, evakuasi, serta koordinasi penanganan darurat secara terpadu.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain HSSE Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, PT Elnusa Petrofin Area Kalimantan, Polsek Balikpapan Tengah, Rumah Sakit Siloam, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta dukungan dari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan dan Integrated Terminal (IT) Balikpapan.
Ade Lutfi, Analyst I Fire & Safety Project Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, menjelaskan bahwa simulasi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bulan K3 sekaligus momentum penting dalam peningkatan kesiapan operasional.
“HSSE Regional Kalimantan bekerja sama dengan PT Elnusa Petrofin Area Kalimantan melaksanakan simulasi penanggulangan keadaan darurat insiden mobil tangki di kawasan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan. Ini merupakan simulasi pertama sejak kerja sama dengan Elnusa Petrofin dimulai pada tahun 2007. Kegiatan ini sangat krusial untuk melatih keterampilan teknis, kesiapsiagaan, serta komunikasi seluruh pihak dalam menghadapi kondisi darurat,” ujar Ade.
Ade menambahkan bahwa simulasi ini bertujuan memastikan setiap unsur memahami peran, tanggung jawab, dan prosedur penanganan insiden, sehingga respons di lapangan dapat berjalan cepat, tepat, dan aman.

Ditempat terpisah, Edi Mangun, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, menegaskan bahwa kolaborasi lintas stakeholder menjadi kunci utama dalam menjaga aspek keselamatan operasional dan distribusi energi.
“Simulasi OKD ini merupakan wujud komitmen Pertamina dalam memperkuat budaya keselamatan dan kesiapsiagaan, khususnya pada jalur distribusi BBM. Melalui latihan bersama seperti ini, koordinasi, komunikasi, dan kecepatan respons seluruh stakeholder dapat terus ditingkatkan, sehingga apabila terjadi kondisi darurat sesungguhnya, penanganan dapat dilakukan secara efektif dan terukur,” jelas Edi.
Ke depan, simulasi serupa direncanakan akan kembali dilaksanakan pada tahun 2026 di seluruh Lokasi Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, meliputi Integrated Terminal Pontianak, Integrated Terminal Banjarmasin, dan Integrated Terminal Samarinda, guna membiasakan seluruh stakeholder dalam melakukan koordinasi dan komunikasi yang solid.
Melalui kegiatan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berharap dapat terus meningkatkan keahlian dan kesiapsiagaan personel, memperkuat sinergi antar tim dan instansi, serta memastikan proses penanggulangan insiden berjalan lebih cepat, aman, dan efisien.(**)















Discussion about this post