TARAKAN, Fokusborneo.com – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2527 Kongzili yang jatuh pada tahun 2026 Masehi, umat Konghucu di Kota Tarakan mulai mematangkan berbagai persiapan.
Kelenteng Toa Pek Kong, sebagai pusat ibadah utama, kini tengah bersolek dan merampungkan ornamen hari raya yang dikenal dengan sebutan Sin Tjia tersebut.
Ketua Majelis Tinggi Konghucu Indonesia (Matakin) Tarakan, Ayi Diyanto, mengungkapkan bahwa hingga saat ini progres persiapan fisik maupun sarana ibadah telah mencapai angka 80 persen. Pihaknya optimistis seluruh pengerjaan akan tuntas dalam sepekan ke depan.
”Persiapan sudah kami cicil sejak satu setengah bulan lalu. Fokusnya pada pembersihan menyeluruh, pengecatan ulang bangunan, hingga penataan interior kelenteng agar umat bisa beribadah dengan nyaman,” ujar pria yang akrab disapa Kokoh Ayi tersebut, Kamis (5/2/26).
Perayaan Imlek kali ini terasa spesial karena memasuki tahun Shio Kuda. Dalam tradisi Tionghoa, kuda merupakan representasi dari kegigihan, kecepatan, dan kekuatan.
Kokoh Ayi berharap karakteristik shio tersebut bisa diadopsi oleh masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman.
”Kuda itu hewan yang tangguh dan lincah. Pesan moralnya, di tengah kondisi ekonomi yang sedang menantang, kita dituntut untuk tetap giat bekerja dan mampu menjaga laju hidup agar tetap stabil,” tambahnya.
Selain filosofi shio, perayaan tahun ini secara nasional mengusung tema Kongsili yang berakar pada ajaran suci Konghucu. Tema ini menekankan pentingnya nilai keadilan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ayi menilai, pesan keadilan sangat relevan dengan situasi sosial saat ini. Ia menyoroti bahwa keadilan adalah kunci utama dalam menciptakan keharmonisan dan mengentaskan kemiskinan.
”Jika keadilan dijunjung tinggi, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kebijakan pemerintah, maka masyarakat akan sejahtera. Sebaliknya, tanpa keadilan, aspek kehidupan tidak akan berjalan seimbang. Ini adalah nilai universal yang diajarkan oleh semua keyakinan,” pungkasnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan sedikitnya 100 lampion merah telah menghiasi area kelenteng, lengkap dengan 40 pasang lilin besar yang siap dinyalakan pada malam puncak pergantian tahun.(*/mt)















Discussion about this post