TARAKAN, Fokusborneo.com – Geliat organisasi kepemudaan di Kota Tarakan kembali menunjukkan tren positif. Hal ini ditandai dengan digelarnya rapat perdana Pemuda Paguyuban Warga Jawa (Pakuwaja) Kota Tarakan yang berlangsung khidmat di Sekretariat Pakuwaja, Jalan Pulau Bunyu, Kampung Satu, Tarakan Tengah, Minggu (4/1/26).
Pertemuan yang berlangsung sejak siang hingga sore hari tersebut, bukan sekadar seremoni biasa. Rapat ini menjadi momentum krusial bagi konsolidasi pemuda Jawa yang menetap di Bumi Paguntaka untuk menyatukan visi dan misi dalam gerak langkah pembangunan sosial serta pelestarian kebudayaan di tengah arus modernisasi.
Rapat dipimpin langsung Ketua Pemuda Pakuwaja terpilih, Ahmad Samsudin Rifai. Kehadiran jajaran inti pengurus induk Paguyuban Warga Jawa Kota Tarakan memberikan bobot tersendiri pada pertemuan ini.
Terlihat hadir jajaran Ketua, Sekretaris, hingga Bendahara Pakuwaja Tarakan, serta Dewan Penasihat Pemuda Pakuwaja, Komarudin, S.Kom., M.H.
Dukungan dari para tokoh senior ini menegaskan adanya komitmen kuat untuk melakukan regenerasi kepemimpinan yang sehat.
Komarudin dalam arahannya mengingatkan pemuda adalah wajah masa depan organisasi yang harus memiliki integritas dan kepekaan sosial yang tinggi.
Dalam rapat tersebut, sejumlah keputusan strategis berhasil disepakati secara mufakat. Fokus utama adalah finalisasi susunan kepengurusan Pemuda Pakuwaja Kota Tarakan.
Struktur ini didesain untuk menjadi motor penggerak berbagai kegiatan yang berbasis pada penguatan nilai budaya, aksi sosial, dan semangat kebangsaan.
Selain penguatan internal, rapat juga menetapkan tanggal penting bagi perjalanan organisasi ini. Rencananya, pengukuhan resmi kepengurusan Pemuda Pakuwaja akan digelar pada 25 Januari 2026.
Menariknya, agenda pengukuhan tersebut dirancang bukan hanya sebagai acara internal. Panitia berencana mengundang berbagai Organisasi Kepemudaan (OKP) dan komunitas lintas etnis di Kota Tarakan.
Langkah ini diambil sebagai manifestasi nyata komitmen Pemuda Pakuwaja untuk membangun jembatan silaturahmi dan kolaborasi antar-elemen masyarakat.
Ketua Pemuda Pakuwaja, Ahmad Samsudin Rifai, menegaskan posisi pemuda dalam struktur masyarakat sangatlah sentral. Ia tidak ingin organisasi ini bersifat eksklusif, melainkan harus mampu beradaptasi dengan kemajemukan yang ada di Kota Tarakan.
”Pemuda memiliki tanggung jawab moral sebagai agen perubahan. Kami di Pemuda Pakuwaja memiliki tugas ganda: menjaga akar kearifan budaya Jawa agar tidak luntur, sekaligus membuka ruang seluas-luasnya untuk berkolaborasi dengan masyarakat Tarakan yang sangat heterogen,” tegas Ahmad.
Lebih lanjut, Ahmad yang akrab disapa Ahmad SR ini menambahkan semangat yang diusung adalah semangat persaudaraan.
”Tujuan kami jelas, Pemuda Pakuwaja harus menjadi wadah pemersatu. Kami ingin bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat untuk memberikan kontribusi nyata yang bisa dirasakan langsung manfaatnya,” imbuhnya.
Rapat perdana ini diakhiri dengan semangat optimisme tinggi. Terbentuknya kepengurusan baru ini diharapkan mampu menghidupkan kembali semangat gotong royong dan nilai-nilai kebhinekaan dalam setiap program kerja yang akan dijalankan ke depan.
Dengan terbentuknya struktur yang solid dan dukungan penuh dari para tetua, Pemuda Pakuwaja Kota Tarakan kini bersiap melangkah maju, membawa energi baru bagi dinamika organisasi kepemudaan di Kalimantan Utara (Kaltara).(*/mt)














Discussion about this post