TARAKAN, Fokusborneo.com – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Muhammad Nasir, S.Pi, MM, menekankan keberhasilan Program Cetak Sawah di Kota Tarakan adalah kunci utama dalam memperkuat kedaulatan pangan daerah.
Politisi PKS itu menegaskan target 202 hektare lahan layak cetak di kawasan Ring Road hingga Sungai Siaboy harus dikelola secara maksimal.
Baginya, program ini bukan sekadar rutinitas dinas, melainkan fondasi bagi Kaltara untuk berhenti bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah.
Muhammad Nasir menyoroti swasembada pangan hanya bisa dicapai jika pengawasan di lapangan berjalan ketat dan dukungan teknologi diberikan secara penuh kepada petani.
”Kita ingin memastikan program dari Kementerian Pertanian ini tidak hanya selesai di atas kertas, tapi betul-betul menghasilkan gabah yang melimpah untuk masyarakat Tarakan dan Kaltara,” tegas Nasir.
Penerapan metode TABELA (Tanam Benih Langsung) menggunakan drone serta pelibatan Brigade Pangan yang diisi petani milenial mendapat apresiasi khusus Anggota DPRD Provinsi Kaltara Daerah Pemilihan (Dapil) Nunukan. Menurutnya, swasembada tidak akan tercapai tanpa regenerasi petani.
“Penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) dan drone meningkatkan efisiensi waktu tanam. Selain itu keterlibatan Kelompok Tani Siaboy Makmur, Nusantara Subur, dan Brigade Pangan JIP menjamin keberlanjutan sektor pertanian,” pungkasnya.
Program yang mengkolaborasikan Kementerian Pertanian, Pemerintah Kota Tarakan, Pemprov Kaltara, hingga Kodim 0907/Tarakan ini diharapkan menjadi model percontohan bagi daerah lain di Kaltara.
Dengan mulainya masa tanam pada Januari 2026 ini, Nasir berharap hasil panen nantinya dapat secara signifikan meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menekan angka inflasi pangan di wilayah perkotaan.
”Jika tata kelolanya benar dan teknologinya tepat, saya optimis Kaltara bisa segera swasembada. Kami di Komisi II akan terus mengawal agar setiap jengkal lahan yang dicetak ini produktif dan berkelanjutan,” pungkasnya.(*/mt)















Discussion about this post