MALINAU, Fokusborneo.com – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Pdt. Robinson Tadem, memberikan penekanan khusus pada peringatan Hari Desa Nasional tahun ini.
Ia berharap desa-desa di seluruh Kaltara tidak lagi hanya menjadi penonton atau objek pembangunan, melainkan harus bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi yang mandiri.
Pdt. Robinson mengungkapkan harapan terbesarnya adalah melihat lahirnya Desa Mandiri yang mampu mengelola potensinya secara profesional. Ia ingin setiap desa memiliki produk unggulan yang punya nilai tawar di pasar nasional maupun internasional.
”Harapan saya sangat jelas, saya ingin melihat desa-desa kita di Kaltara ini berdaya saing. Kita punya sumber daya alam yang melimpah, tinggal bagaimana inovasi perangkat desa dan BUMDes bisa mengelolanya. Jangan sampai desa hanya menunggu dana transfer, tapi harus mulai menciptakan pendapatan sendiri,” tegas Robinson, Rabu (4/2/26).
Selain sisi ekonomi, ia juga menitipkan harapan agar nilai-nilai kebangsaan dan kelestarian lingkungan tetap dijaga.
“Pembangunan fisik itu penting, tapi menjaga ekosistem hutan dan lingkungan desa adalah warisan untuk anak cucu kita. Saya ingin pembangunan di desa itu seimbang antara ekonomi dan ekologi,” tambahnya.
Pdt. Robinson juga menyoroti pentingnya kualitas sumber daya manusia di desa. Ia memberikan apresiasi tinggi atas peran Posyandu dalam menjaga kesehatan masyarakat desa.
Menurutnya, desa yang kuat dimulai dari warga yang sehat. Ia berharap sinergi antara pemerintah desa dan kader-kader kesehatan seperti di Malinau dan Tana Tidung terus diperkuat guna menekan angka stunting dan meningkatkan layanan dasar.(*/mt)
















Discussion about this post