TARAKAN, Fokusborneo.com – Langkah strategis Pemerintah Kota Tarakan yang berencana memindahkan Pusat Pemerintahan (Puspem) ke wilayah Utara diprediksi akan mengubah peta ekonomi daerah secara signifikan.
Kebijakan ini dinilai sebagai kunci untuk memecah konsentrasi aktivitas bisnis yang selama ini menumpuk di pusat kota.
Akademisi ekonomi dari Universitas Borneo Tarakan (UBT), Dr. Margiyono, melihat bahwa pemindahan ini akan menghidupkan sektor-sektor usaha baru melalui skema belanja pemerintah dan aktivitas aparatur.
”Potensi pertumbuhan ekonomi di Tarakan Utara sangat besar. Kehadiran pusat pemerintahan akan memicu multiplier effect, mulai dari pergerakan logistik hingga munculnya sektor jasa baru di sana,” ujar Margiyono, Rabu (11/2/26).
Meski prospek ekonominya menggiurkan, Margiyono mengingatkan adanya tantangan besar berupa spekulasi harga lahan.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tidak terkendali di wilayah baru berisiko memicu inflasi harga tanah yang justru bisa menghambat pembangunan jika tidak diatur dengan regulasi yang ketat.
Ia menyarankan agar pemerintah tetap waspada terhadap potensi gesekan sosial di tengah gempuran investasi yang masuk.
Margiyono menekankan bahwa kunci keberhasilan relokasi ini adalah keseimbangan antara pembangunan fisik dan perlindungan terhadap kawasan hutan lindung.
”Ekonomi memang akan tumbuh, namun pemerintah wajib memegang kendali penuh atas tata ruang. Jangan sampai pusat ekonomi baru ini justru merusak daya dukung lingkungan,” pungkasnya.(*/mt)















Discussion about this post