TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung memastikan program penanganan kawasan permukiman kumuh dan sanitasi di Desa Tideng Pale Timur akan direalisasikan pada Tahun Anggaran 2026 melalui dukungan APBN Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Tana Tidung saat Safari Ramadan di Masjid Al-Jihad, Desa Tideng Pale Timur, Senin (23/2/2026). Program sanitasi menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan kualitas lingkungan masyarakat.
“Penanganan sanitasi menyangkut lingkungan yang sehat dan layak huni. Tahun 2026, Desa Tideng Pale Timur masuk dalam lokasi pelaksanaan program melalui dukungan APBN,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan, pembenahan akan mencakup infrastruktur dasar lingkungan, seperti sistem drainase, akses air bersih, serta fasilitas sanitasi rumah tangga.
Pemerintah daerah berkoordinasi dengan kementerian terkait agar pelaksanaan berjalan tepat sasaran dan memberi dampak langsung bagi warga.
“Lingkungan yang bersih berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Penataan kawasan dilakukan agar permukiman lebih tertib dan nyaman,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan arah pembangunan daerah, termasuk peningkatan layanan kesehatan.
RSUD Akhmad Berahim disebut telah menyelesaikan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan tengah dipersiapkan peningkatan status dari tipe D menjadi tipe C.
“Peningkatan status rumah sakit dibarengi penambahan dokter spesialis. Harapannya, pelayanan kesehatan semakin optimal dan kebutuhan rujukan dapat ditekan,” ucapnya.
Kegiatan Safari Ramadan di Desa Tideng Pale Timur diawali tausiah agama, buka puasa bersama, salat berjamaah, serta dialog dengan masyarakat.
Melalui momentum tersebut, pemerintah daerah menyampaikan langsung rencana program prioritas yang akan dijalankan pada tahun mendatang.
“Pembangunan sanitasi dan peningkatan layanan kesehatan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkas Bupati. (*)















Discussion about this post