TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan selama masa libur dan cuti bersama Idulfitri. Puskesmas maupun rumah sakit di daerah tersebut tetap beroperasi dengan sistem piket tenaga medis agar pelayanan kesehatan tidak terhenti.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung, H. Sarif, mengatakan meski sebagian instansi menerapkan kebijakan kerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA) pada 16–17 Maret 2026, layanan kesehatan tetap disiagakan selama 24 jam.
Baca Juga
“Untuk Dinas Kesehatan memang ada kebijakan WFA, tetapi pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit tetap buka. Tenaga kesehatan tetap standby selama 24 jam,” ujar Sarif saat diwawancarai.
Ia menjelaskan, pengaturan jadwal tenaga medis dilakukan secara bergantian agar pelayanan tetap berjalan meski pada momen hari besar keagamaan. Sistem ini juga telah diterapkan pada periode libur panjang sebelumnya.
“Walaupun Lebaran, pelayanan kesehatan di Tanah Tidung tetap ada. Tenaga kesehatan diatur secara bergantian sehingga masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan,” jelasnya.
Selain memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan, Dinas Kesehatan juga tengah mempersiapkan peningkatan status rumah sakit daerah dari kelas D menjadi kelas C. Saat ini, berbagai tahapan penilaian dan persiapan fasilitas sedang dilakukan oleh pihak rumah sakit bersama pemerintah daerah.
Menurut Sarif, salah satu persyaratan peningkatan kelas rumah sakit adalah ketersediaan fasilitas dan jumlah tempat tidur minimal. Untuk memenuhi ketentuan tersebut, rumah sakit di Tana Tidung kini memiliki sekitar 100 tempat tidur yang merupakan gabungan dari gedung lama dan gedung pengembangan baru.
“Rumah sakit yang baru ini sebenarnya merupakan pengembangan dari rumah sakit sebelumnya. Dengan tambahan fasilitas tersebut, jumlah tempat tidur sudah memenuhi syarat untuk peningkatan status menjadi kelas C,” katanya.
Ia menambahkan, ketersediaan tenaga kesehatan di rumah sakit juga dinilai cukup untuk mendukung peningkatan status tersebut. Bahkan, dalam waktu dekat Kabupaten Tana Tidung akan menerima tambahan dokter spesialis melalui program penugasan dari Kementerian Kesehatan.
“Insyaallah pada April nanti akan datang dokter spesialis saraf melalui program penugasan dari Kementerian Kesehatan selama satu tahun,” ungkapnya.
Dengan peningkatan fasilitas, tenaga medis, serta kehadiran dokter spesialis, Sarif berharap pelayanan kesehatan di Kabupaten Tana Tidung semakin optimal sehingga masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke daerah lain untuk penanganan penyakit tertentu.
“Ke depan diharapkan masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh dirujuk ke Tarakan atau Malinau untuk beberapa layanan spesialis karena sudah bisa ditangani di Tana Tidung,” pungkasnya.(**)
















Discussion about this post