TARAKAN – Suasana penuh haru sekaligus khidmat menyelimuti acara penyerahan piagam penghargaan bagi anggota Korpri yang memasuki masa purna bakti tahun 2026. Acara yang dirangkaikan dengan perpisahan bersama Ketua DP Korpri Tarakan ini digelar pada Senin (18/5/2026).
Salah satu sosok yang resmi memasuki masa purna bakti per Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Mei 2026 adalah mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tarakan, Ir. Jamaluddin.
Dalam sambutannya, Ir. Jamaluddin membagikan kisah perjalanan panjangnya yang telah mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) selama 31 tahun 1 bulan. Bukan waktu yang singkat, ia tercatat berhasil mengawal roda pemerintahan Tarakan melintasi lima periode kepemimpinan kepala daerah yang berbeda.
”Saya telah melewati bersama paling tidak lima periode kepala daerah. Mulai dari era dr. Jusuf SK, H. Udin Hianggio, (Alm.) Ir. Sofyan Raga, hingga dr. Khairul,” kenang Jamaluddin.
Menoleh ke belakang, Jamaluddin mengakui ada berbagai lika-liku yang dihadapi selama berada di birokrasi. Namun, ia menegaskan bahwa seluruh pengalaman bersama para pemimpin daerah di Tarakan meninggalkan kesan yang sangat baik secara umum.
”Saya pribadi dapat bekerja sama, berkolaborasi, serta mendapatkan dukungan, dorongan, motivasi dari para kepala daerah yang memimpin selama ini. Tidak ada hal yang tidak baik. Semua pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi saya untuk melewati masa kerja hingga memasuki masa purna bakti dengan nilai yang sangat baik,” ungkapnya.
Kepada rekan-rekan sesama purna bakti, Jamaluddin memberikan pesan jenaka namun penuh motivasi agar tetap aktif berkontribusi bagi masyarakat dan keluarga.
”Pensiun itu artinya kita tidak masuk kerja dan tidak absen pagi lagi. Tapi ingat, pendapatan jangan sampai pensiun, bisa dari mana saja! Kalau dulu kerjanya di kantor, sekarang setelah pensiun bisa kerja di rumah, di kebun, tambak, atau tempat usaha,” ujarnya disambut tawa para hadirin.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan menjaga ritme hidup baru agar tidak mengalami post-power syndrome.
”Tetap jaga kesehatan. Mudah-mudahan tidak ada kejadian refleks mencari baju dinas di tas atau mencari kunci untuk berangkat kerja, lalu baru ingat kalau sudah pensiun,” guraunya.
Tak lupa, Jamaluddin memberikan wejangan mendalam kepada para ASN yang masih aktif maupun yang akan segera menghadapi masa pensiun dalam beberapa bulan ke depan. Ia meminta agar mereka tetap bekerja secara normal dan profesional hingga hari terakhir.
”Tetap kerja normal saja seperti biasa, jangan terlalu terpikir masa pensiun. Jangan sampai karena pensiun tinggal 2, 3, atau 4 bulan lagi, lalu terpikir mengambil cuti berturut-turut atau mengajukan pensiun dini. Nikmati masa kerja itu sampai akhir,” tegasnya.
Ia pun membagikan pengalamannya sendiri yang tetap produktif hingga detik-detik terakhir menjabat. “Alhamdulillah, rencana saya tercapai. Di hari terakhir kerja, saya masih memimpin rapat sampai tiga kali, dan besoknya langsung pensiun. Betul-betul dinikmati masa kerja itu, baru kemudian menikmati masa pensiun.”
Di akhir sambutannya, Ir. Jamaluddin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tarakan atas dukungan yang luar biasa selama ini.
”Terima kasih banyak kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang selama ini memberikan dukungan dan support kepada saya dan teman-teman yang masuk masa purna bakti. Dukungan tersebut membuat kami bisa menyelesaikan tugas dan mengabdi dengan baik sampai masa akhir purna bakti,” tutupnya penuh rasa syukur. (**)














Discussion about this post