BALIKPAPAN, Fokusborneo.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Kekerabatan Kerukunan Maluku Bersatu (KKMB) yang dirangkaikan dengan Hari Pattimura ke-209 berlangsung meriah di Gedung Kesenian Kota Balikpapan.
Kegiatan ini menjadi ajang mempererat tali persaudaraan masyarakat Maluku sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah keberagaman Kota Balikpapan.
Acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Balikpapan Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, M.M., unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat, pimpinan paguyuban, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Bagus Susetyo mengapresiasi peran KKMB yang selama ini aktif menjaga kerukunan dan turut mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, nilai perjuangan Kapitan Pattimura seperti keberanian, persatuan, dan semangat pantang menyerah masih relevan diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini.
“KKMB bukan hanya menjadi wadah masyarakat Maluku untuk berkumpul, tetapi juga menjaga budaya, memperkuat persaudaraan, dan ikut berkontribusi bagi pembangunan Kota Balikpapan,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga toleransi dan kondusivitas daerah, terlebih Balikpapan memiliki posisi strategis sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Selain itu, Bagus turut mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan air bersih menyusul potensi El Nino yang diperkirakan terjadi pada pertengahan 2026.
Sebelum malam puncak perayaan, KKMB lebih dahulu menggelar sejumlah kegiatan sosial dan lingkungan. Di antaranya turnamen voli, donor darah bersama PMI, penghijauan di kawasan IKN, hingga tabur bunga di Taman Makam Pahlawan.
Ketua Umum KKMB, Meiky Hendrik Manusama, mengatakan semangat Pattimura harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan serta menjauhi penyalahgunaan narkoba.
Sementara itu, Ketua Panitia George Anderson Jacobus menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung rangkaian kegiatan HUT KKMB ke-63 dan Hari Pattimura ke-209 sehingga dapat berjalan lancar dan penuh kebersamaan.
Menurutnya, peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi simbol persatuan masyarakat Maluku di perantauan serta komitmen untuk terus menjaga harmoni dalam keberagaman di Kota Balikpapan.(Oc)














Discussion about this post