BULUNGAN – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bulungan, Polda Kalimantan Utara, terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal program ketahanan pangan nasional. Tidak hanya memberikan pendampingan saat penanaman, jajaran kepolisian juga hadir di lapangan untuk mendampingi petani saat masa panen sekaligus mengevaluasi kendala pertanian di wilayah.
Hal ini disampaikan oleh Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Aipda Hadi. Beliau menegaskan bahwa kehadiran Polri di sektor pertanian juga berfungsi sebagai wadah menyerap aspirasi dan kendala nyata yang dihadapi oleh para petani di lapangan.
”Ketahanan pangan tidak lepas dari tantangan alam seperti cuaca dan hama. Kehadiran jajaran Bhabinkamtibmas di setiap proses—baik suka maupun duka—adalah bentuk dukungan moral nyata agar petani kita tidak patah semangat dan terus produktif,” ujar Aipda Hadi.
Aksi nyata tersebut ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Bunyu, Brigpol Andika Prasetya M. Pada tanggal 8 Mei 2026, ia melaksanakan giat pendampingan panen jagung di lahan milik Bpk. Jamal, salah satu anggota Kelompok Tani “Bina Usaha” yang dipimpin oleh Bpk. Usman Saleh.
Kegiatan panen ini bertempat di Jl. Nibung Lama, Desa Bunyu Timur, Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan.
Berikut adalah detail laporan hasil panen yang dihimpun di lapangan, Komoditas: Jagung jenis Nusantara, Waktu Tanam: 13 Februari 2026, Waktu Panen: 08 Mei 2026, luas Lahan yang Dipanen: 0,8 Hektar (Ha), Total Hasil Panen: Kurang lebih (\pm) 50 Kilogram (Kg).
Pada musim tanam kali ini, hasil panen yang didapatkan belum dapat maksimal. Berdasarkan evaluasi di lapangan, penurunan drastis jumlah hasil panen dipicu oleh musim kemarau yang membuat banyak bibit tidak tumbuh optimal, ditambah adanya serangan hama tanaman.
Meski hasil panen mengalami kendala cuaca dan hama, Bpk. Jamal selaku pemilik lahan tetap memanfaatkan hasil bumi tersebut dengan bijak. Seluruh hasil panen seberat 50 kg jagung Nusantara tersebut dialokasikan untuk penggunaan mandiri sebagai pakan ternak.
”Kami sangat mengapresiasi kegigihan Kelompok Tani Bina Usaha. Meskipun diterpa musim kemarau dan hama, semangat berproduksi tidak surut. Kegagalan panen akibat faktor alam ini akan menjadi bahan evaluasi bersama dengan instansi terkait agar pada musim tanam berikutnya kita bisa mengantisipasi kendala air dan proteksi hama dengan lebih baik,” tutup Aipda Hadi. (**)















Discussion about this post