BULUNGAN, Fokusborneoc.om – Hamparan hutan mangrove yang membentang di pesisir Desa Liagu menjadi pengingat bahwa alam tidak hanya perlu dimanfaatkan, tetapi juga dijaga bersama.
Berangkat dari semangat itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Kehutanan (Dishut) mengajak masyarakat memperkuat peran mereka dalam melestarikan ekosistem mangrove melalui Sosialisasi Forest Programme (FP)-VI bertema “Mendukung Perlindungan dan Pengelolaan Berkelanjutan Ekosistem Mangrove”, yang digelar oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tarakan di Desa Liagu, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Selasa (28/7).
Mewakili Kepala KPH Tarakan, Arief Rakhman, S.Hut., M.AP., membuka kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan program pelestarian mangrove tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah.
Menurutnya, masyarakat pesisir merupakan mitra utama yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan mangrove.
Ia menjelaskan, Forest Programme (FP)-VI merupakan bentuk kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jerman melalui KfW yang bertujuan mendukung perlindungan sekaligus pengelolaan mangrove secara berkelanjutan
Program ini tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang agar masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi tanpa mengurangi fungsi ekologis kawasan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, kami hadir untuk memastikan program ini benar-benar dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Arief mengatakan Desa Liagu yang berada di kawasan Delta Kayan Sembakung dengan luas sekitar 25.018 hektare memiliki nilai ekologis yang sangat penting. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi fondasi utama dalam menjaga kawasan tersebut agar tetap lestari.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin membangun kesamaan pemahaman. Masyarakat perlu mengetahui manfaat mangrove, memahami aturan pengelolaannya, sekaligus mampu memanfaatkan potensinya secara bijaksana demi kesejahteraan generasi mendatang,” katanya.
Semangat yang sama juga disampaikan Kepala Desa Liagu, Samsir G. Ia menyambut baik kehadiran tim KPH Tarakan dan mengapresiasi perhatian Pemprov Kaltara terhadap masyarakat pesisir.
Menurutnya, warga Desa Liagu telah lama berharap adanya pendampingan yang lebih terarah dalam mengelola kawasan mangrove yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.
“Kami sangat bersyukur dan mendukung penuh pelaksanaan Forest Programme FP-VI. Sosialisasi ini memberi pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat, dan kami siap bersama-sama menjaga kelestarian mangrove untuk masa depan anak cucu,” ujarnya.
Kegiatan di Desa Liagu merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi yang sebelumnya telah dilaksanakan di Desa Tanjung Buka dan Desa Salimbatu.
Dengan semakin luasnya jangkauan edukasi kepada masyarakat pesisir, Pemprov Kaltara berharap kesadaran kolektif untuk menjaga mangrove terus tumbuh, sehingga kawasan pesisir di Kaltara tetap lestari sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat. (dkisp)














Discussion about this post