• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Daerah

Di Gerbang Pesantren, Pelukan dan Doa Ibrahim Ali untuk Putri Sulung

by Redaksi
19/07/2026
in Daerah, Pemkab Tana Tidung
A A

Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali bersama istrinya, Vamelia Ibrahim Ali, mengantar putri sulung mereka, Fatimah Azhara, memasuki Pondok Pesantren Thursina Islamic International Boarding School (IIBS) di Karangploso, Malang, Jawa Timur.

MENGAMBIL keputusan sebagai kepala daerah mungkin sudah menjadi bagian dari keseharian Ibrahim Ali. Namun, ada satu keputusan yang menghadirkan perasaan berbeda.

Heri Aidil Ismail – Fokusborneo.com

Baca Juga

Rayakan 10 Tahun, Aruna Senggigi Gelar Lomba Mewarnai Asah Kreativitas Anak

Karhutla Kaltara Terendah di Kalimantan, Pemprov Perketat Kewaspadaan

Tujuh Majelis Ta’lim se-Sesayap Bersatu Peringati Maulid Nabi, Vamelia Ajak Teladani Rasulullah

INVI Resmikan EV Mining di Tambang Kideco, Penghematan Biaya Diproyeksikan Capai 50 Persen

Hari itu, Bupati Tana Tidung dua periode tersebut mengantar putri sulungnya, Fatimah Azhara, memasuki Pondok Pesantren Thursina Islamic International Boarding School (IIBS), Malang.

Di hadapan gerbang pesantren, jabatan yang selama ini melekat seolah ditanggalkan. Ia datang bukan sebagai kepala daerah, melainkan sebagai seorang ayah yang mengantarkan buah hatinya memulai perjalanan menuntut ilmu.

Didampingi sang istri, Vamelia Ibrahim Ali, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara dengan perolehan suara terbanyak di daerah pemilihan Bulungan–Tana Tidung, Ibrahim membaur bersama ribuan orang tua yang mengantar anak-anak mereka menjadi santri baru.

Tak ada perlakuan khusus. Mereka berjalan di tengah keramaian, mengantre bersama para wali santri lain, sambil membawa harapan yang sama agar anak-anak mereka memperoleh pendidikan terbaik.

Bagi keluarga Ibrahim Ali, keputusan menyekolahkan Fatimah Azhara di pesantren merupakan ikhtiar untuk membekali sang putri dengan ilmu agama, akhlak, dan kemandirian. Bekal itu diyakini akan menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan, di samping pendidikan formal yang ditempuh di lingkungan pesantren.

Pilihan itu jatuh kepada Pondok Pesantren Thursina Islamic International Boarding School (IIBS) yang berlokasi di Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Pesantren modern berbasis boarding school tersebut mengintegrasikan pendidikan agama Islam, kurikulum akademik, pembinaan karakter, serta kemandirian melalui kehidupan berasrama.

Lingkungan belajar yang kondusif dan pembinaan karakter menjadi salah satu daya tarik bagi para orang tua yang ingin memberikan bekal pendidikan sekaligus nilai-nilai keislaman kepada anak-anak mereka.

Momen perpisahan pun menjadi bagian yang paling mengharukan. Fatimah Azhara bergantian memeluk sang ibu dan ayahnya. Tangisnya pecah ketika menyadari ia akan memulai kehidupan baru, jauh dari rumah dan keluarga.

Ibrahim Ali berusaha tetap tegar. Sambil memeluk putrinya, ia menyampaikan pesan yang telah lama ia siapkan sebagai bekal perjalanan sang anak.

“Ayah mengirimmu ke pesantren bukan karena Ayah tidak sayang, atau karena ingin membuangmu. Justru karena Ayah sangat menyayangimu. Ayah ingin membekalimu dengan sesuatu yang tidak akan pernah bisa disita oleh siapa pun atau habis dimakan waktu, yaitu ilmu agama dan akhlak yang mulia,” ucapnya.

Pesan itu menjadi penegas bagi seorang ayah, pendidikan bukan sekadar mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian.

Sebelum melepas putrinya melangkah menuju asrama, Ibrahim kembali mengecup kening Fatimah Azhara. Dengan suara lirih, ia menitipkan harapan agar sang putri memanfaatkan kesempatan belajar sebaik mungkin.

“Belajar yang rajin ya, Nak. Jaga salatmu, hormati gurumu. Kelak jadilah menara suar yang menerangi masyarakat dengan ilmumu,” pesannya.

Perlahan, Fatimah Azhara berjalan menuju lingkungan pesantren bersama santri baru lainnya. Sesekali ia menoleh ke belakang, melihat kedua orang tuanya yang masih berdiri di tempat semula.

Bagi Ibrahim Ali dan Vamelia, melepas putri sulung untuk tinggal di pesantren bukan perkara mudah. Namun, keduanya percaya setiap proses pendidikan membutuhkan pengorbanan, termasuk belajar merelakan anak menjalani kehidupan yang lebih mandiri.

Pesantren menjadi tempat baru bagi Fatimah Azhara untuk belajar tidak hanya tentang ilmu agama, tetapi juga kedisiplinan, tanggung jawab, dan kehidupan bersama dalam lingkungan yang membentuk karakter.

Di balik kesibukan memimpin daerah dan menjalankan tugas sebagai wakil rakyat, Ibrahim Ali dan Vamelia menunjukkan mereka juga menjalani peran yang sama seperti orang tua lainnya: mengantar anak menuju masa depan dengan doa, harapan, dan keikhlasan.

Bagi keduanya, jabatan adalah amanah yang memiliki batas waktu. Sementara ilmu, akhlak, dan nilai-nilai kehidupan yang ditanamkan kepada anak diyakini akan menjadi bekal yang terus menyertai sepanjang hayat.

“Tidak ada orang tua yang tidak merasa berat melepas anaknya. Tapi kami percaya, setiap proses yang dijalani di pesantren akan membentukmu menjadi pribadi yang lebih baik. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, karena doa kami akan selalu menyertaimu,” katanya.

Perjalanan Fatimah Azhara sebagai santriwati pun kini dimulai. Dari balik gerbang pesantren, langkah kecil itu membawa harapan besar, bukan hanya bagi kedua orang tuanya, tetapi juga bagi masa depan yang sedang ia persiapkan melalui ilmu, akhlak, dan ketekunan dalam belajar.

 

Tags: Bupati Tana TidungFatimah Azharaibrahim aliKalimantan UtaraPesantren Thursina IIBSpondok pesantrensantriwati baruTana TidungThursina Islamic International Boarding SchoolVamelia Ibrahim Ali

Berita Lainnya

Rayakan 10 Tahun, Aruna Senggigi Gelar Lomba Mewarnai Asah Kreativitas Anak
Daerah

Rayakan 10 Tahun, Aruna Senggigi Gelar Lomba Mewarnai Asah Kreativitas Anak

6 September 2026 19:34
Karhutla Kaltara Terendah di Kalimantan, Pemprov Perketat Kewaspadaan
Daerah

Karhutla Kaltara Terendah di Kalimantan, Pemprov Perketat Kewaspadaan

5 September 2026 20:01
Kemendagri Apresiasi Tana Tidung, Daerah Terbaik Pengelolaan Lingkungan
Daerah

Tujuh Majelis Ta’lim se-Sesayap Bersatu Peringati Maulid Nabi, Vamelia Ajak Teladani Rasulullah

5 September 2026 19:46
Daerah

INVI Resmikan EV Mining di Tambang Kideco, Penghematan Biaya Diproyeksikan Capai 50 Persen

5 September 2026 19:09
Daerah

Bapperida Gelar Lomba Inovasi Daerah 2026, Hadiah Total Rp130 Juta

5 September 2026 18:20
Daerah

Gubernur Turun Langsung Padamkan Karhutla di Selimau

5 September 2026 18:11
Next Post

Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kaltim Amankan Aset Polri di Balikpapan

Polsek Tanjung Palas Utara Amankan Pembukaan STQ ke-XXI di Lapangan Taruna Manggala

Seru dan Penuh Kebersamaan, Dandim–Kapolres Tana Tidung Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Bara Batubara di Jalan Amal Lama Kian Dalam, PU Butuh Bantuan Ahli Tambang

    Bara Batubara di Jalan Amal Lama Kian Dalam, PU Butuh Bantuan Ahli Tambang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Asap Tebal, Super Air Jet Batal Mendarat di Bandara Juwata Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Capai Indeks 101, Kualitas Udara Tarakan Berstatus Tidak Sehat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ASUS ExpertBook Ultra Andalkan AI, Layar 1.400 Nits, dan Baterai hingga 26 Jam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemarau Panjang, Perumda Tirta Alam Tarakan Pastikan Pasokan Air Bersih Masih Normal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Masuki Babak Baru, Politeknik Agraria STPN Resmi Diluncurkan oleh Menteri ATR/Kepala BPN

6 September 2026 19:59
Rayakan 10 Tahun, Aruna Senggigi Gelar Lomba Mewarnai Asah Kreativitas Anak

Rayakan 10 Tahun, Aruna Senggigi Gelar Lomba Mewarnai Asah Kreativitas Anak

6 September 2026 19:34
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP