TARAKAN — Langkah konkret dalam memutus ego sektoral antarinstansi pemerintah, akademisi, dan sektor swasta dalam pengelolaan lingkungan pesisir kini membuahkan hasil nyata. Melalui pembinaan UPTD KPH Kota Tarakan, Kelompok Tani Hutan (KTH) Alas Hijau resmi menggulirkan program inovatif bernama GEMA HIJAU pada tahun 2026.
Program ini menghadirkan terobosan baru yang memadukan aksi pelestarian ekosistem mangrove dengan penguatan ekonomi masyarakat pesisir secara terpadu dan berkelanjutan.

Sinergi Kelembagaan dan Agribisnis Pekarangan
GEMA HIJAU tidak hanya fokus pada pemulihan fisik kawasan pesisir, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan warga. Integrasi kelembagaan yang kuat diwujudkan melalui optimalisasi agribisnis pekarangan secara terpadu. Masyarakat diajak mengelola budidaya kolam ikan, instalasi hidroponik, hingga penanaman komoditas sayur dan buah ramah lingkungan di sekitar pemukiman mereka.
Langkah ini membuktikan bahwa perlindungan hutan mangrove dapat berjalan seiring dengan peningkatan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga pesisir.

Pengolahan Limbah Mandiri dan Energi Terbarukan
Seluruh rantai aktivitas operasional di lapangan digerakkan secara mandiri dari hulu ke hilir berbasis manajemen limbah terpadu. Sampah organik rumah tangga dikumpulkan secara kolektif untuk menyuplai:
• Rumah maggot Black Soldier Fly (BSF)
• Reaktor kompos
• Pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL)
Proses pengolahan ini menghasilkan output bernilai ekonomis tinggi berupa pupuk organik padat dan pakan ikan kaya protein, sehingga mereduksi biaya operasional warga secara signifikan.
Tak hanya itu, demi menekan jejak emisi karbon dan mencapai kemandirian energi di tingkat tapak, fasilitas operasional seperti pompa sirkulasi hidroponik dan aerator kolam ikan disokong penuh oleh instalasi panel surya (solar panel).

Terciptanya Siklus Ekonomi Sirkular
Keterpaduan sistem ini berhasil menciptakan siklus ekonomi sirkular (circular economy) yang tak terputus di dalam kawasan. Produk sampingan dari pengolahan sampah organik dikonversi menjadi nutrisi utama yang terbukti efektif mempercepat pembibitan vegetasi mangrove sekaligus memacu produktivitas tanaman pangan warga.
Inovasi GEMA HIJAU oleh KTH Alas Hijau dan UPTD KPH Kota Tarakan ini diharapkan dapat menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan pesisir berbasis kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat. (**)











Discussion about this post