TARAKAN – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tarakan menggelar Job Fair 2026 di Gedung UPT Lembaga Latihan Kerja (LLK) Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kota Tarakan. Kegiatan yang menyediakan 496 lowongan pekerjaan dari 11 perusahaan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes.
Job Fair 2026 diharapkan mampu mempertemukan para pencari kerja dengan dunia usaha sekaligus menekan angka pengangguran di Kota Tarakan.
Kepala Disnaker Kota Tarakan, Agus Sutanto, mengatakan job fair tahun ini menjadi satu-satunya yang dilaksanakan sepanjang 2026. Meski digelar secara sederhana karena keterbatasan anggaran, pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas dan fungsi Disnaker dalam memfasilitasi penempatan tenaga kerja.
“Job fair kali ini memang hanya sekali dilaksanakan tahun ini. Walaupun sederhana, kami tetap berupaya menghadirkan kesempatan kerja bagi masyarakat,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, hingga malam sebelum pelaksanaan tercatat sebanyak 11 perusahaan berpartisipasi dengan total 496 formasi jabatan. Jumlah tersebut hampir memenuhi target Disnaker yang sebelumnya menargetkan 500 lowongan kerja.
Perusahaan dengan kebutuhan tenaga kerja terbesar berasal dari sektor retail dan pengolahan hasil perikanan. PT Matahari Prima Putra Tbk, misalnya, membuka sekitar 44 lowongan untuk sektor retail. Sementara perusahaan cold storage seperti PT SKA dan Minanusa Aurora membuka ratusan lowongan, sebagian besar untuk pekerjaan non-skill.
“Untuk sektor cold storage kebutuhannya memang cukup besar. Ada perusahaan yang membuka hingga sekitar 200 lowongan dan ada juga sekitar 150 lowongan,” katanya.
Selain itu, tersedia pula lowongan untuk pekerja di sektor perkebunan, seperti pemanen sawit dan penderes karet. Meski lokasi kerjanya berada di Kabupaten Bulungan dan Nunukan, proses rekrutmennya dilakukan melalui perusahaan yang beroperasi di Tarakan. Menurut Agus, pekerjaan non-skill tidak memerlukan keahlian khusus sehingga terbuka luas bagi masyarakat yang memiliki kemauan untuk bekerja.
Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan sebelumnya, jumlah pengunjung job fair biasanya mencapai 700 hingga 1.000 orang. Disnaker berharap seluruh lowongan yang tersedia dapat terisi optimal.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat pengangguran terbuka di Kota Tarakan pada 2025 mencapai 5,06 persen atau sekitar 6.000 orang. Sementara itu, pencari kerja yang tercatat di Disnaker hingga Juli 2026 sekitar 800 orang, dengan 60 persen di antaranya merupakan lulusan SMA/sederajat.
“Kami berharap seluruh lowongan yang tersedia bisa terisi sehingga jumlah pengangguran di Tarakan dapat terus berkurang,” tambahnya.
Selain bursa kerja, Disnaker juga membuka layanan pembuatan kartu pencari kerja (AK-1) di lokasi kegiatan bagi masyarakat dan lulusan baru yang ingin langsung melamar pekerjaan.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Tarakan melalui Wali Kota juga menyerahkan secara simbolis bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan. Tahun ini, bantuan diprioritaskan bagi pengemudi ojek online dengan kuota sebanyak 250 orang yang dibiayai melalui APBD Kota Tarakan.
Namun, dari sekitar 1.200 data pengemudi online yang dihimpun, baru 134 orang yang lolos verifikasi. Syarat utamanya adalah belum menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan melalui jalur lain. Bantuan iuran yang ditanggung Pemkot sebesar Rp16.800 per orang per bulan untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) selama satu tahun.
Agus mengatakan, sisa kuota yang ada akan dialihkan kepada pekerja rentan lainnya, seperti petugas Tempat Pengolahan Sampah dengan Konsep Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) yang saat ini masih didata. Pada 2027, Disnaker mengusulkan peningkatan kuota bantuan hingga 1.000 pekerja rentan, menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
Ia juga menegaskan agar setiap perusahaan wajib mendaftarkan seluruh pekerjanya, termasuk buruh harian lepas, ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (**)














Discussion about this post