TARAKAN, Fokusborneo.com – Menyambut tiga momen bersejarah sekaligus, Paguyuban Arema Kota Tarakan menggelar aksi kerja bakti dan bakti sosial dengan membersihkan serta mengecat ulang Tugu Kebangsaan 10 November yang berlokasi di pinggir jalan utama Kota Tarakan, Minggu (9/8/26).
Aksi sosial ini dilakukan dalam rangka memperingati HUT Arema Indonesia pada 11 Agustus, HUT Paguyuban Arema Kota Tarakan pada 2 September, serta HUT ke-81 Republik Indonesia (RI).
Ketua Paguyuban Arema Kota Tarakan, Agus Surya Dewi, menjelaskan pemilihan lokasi Tugu Kebangsaan bertujuan untuk memupuk kembali rasa hormat terhadap nilai-nilai sejarah dan perjuangan para pahlawan di Kota Tarakan.
”Kita mengawali gerakan di tahun 2026 ini agar Arema senantiasa menghargai nilai-nilai sejarah yang ada di Kota Tarakan. Kondisi tugu saat ini sudah mulai kotor, padahal berada di pinggir jalan yang sering dilalui masyarakat. Oleh karena itu, kita bersihkan dan cat ulang,” ujar Dewi.
Proses pengecatan ulang tetap mempertahankan warna asli tugu untuk menjaga nilai historisnya. Bagian berlatar merah dan putih akan dicat menggunakan cat minyak agar lebih tahan lama, sementara bagian lantai tugu akan dipoles dengan sentuhan warna biru khas Arema.

Dewi juga menekankan perbedaan antara kelompok suporter sepak bola dan organisasi kemasyarakatan yang dipimpinnya.
”Ini bukan Aremania yang fokus pada bola, melainkan Paguyuban Arema Kota Tarakan. Wadah ini diperuntukkan bagi warga asal Malang di perantauan, maupun masyarakat umum yang memiliki kecintaan terhadap Malang,” jelasnya.
Aksi bersih-bersih ini sekaligus menjadi momentum pengaktifan kembali kepengurusan Paguyuban Arema Tarakan setelah sempat vakum.
Mengusung semboyan “Arema Ada, Arema Peduli, Arema Berarti”, paguyuban ini berkomitmen untuk terus melanjutkan kegiatan bakti sosial di berbagai titik wilayah Kota Tarakan secara berkala.(**)













Discussion about this post