TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Penilaian Kampung Pancasila tidak hanya melihat kegiatan sosial masyarakat, tetapi mencakup sejumlah aspek pembangunan di tingkat desa. Mabes TNI Angkatan Darat menetapkan lima kriteria sebagai dasar penilaian, yakni ketahanan pangan, UMKM, Karang Taruna, keamanan dan pertahanan, serta pemberitaan perkembangan desa.
Konsep penilaian tersebut ditempatkan sebagai bagian dari pembinaan dan pembangunan wilayah yang dimulai dari tingkat paling bawah. Desa menjadi titik awal karena berbagai potensi dan aktivitas masyarakat berkembang dari lingkungan tersebut.
Hasil penilaian terhadap Kampung Pancasila di wilayah Kodim 0903/Bulungan, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, kemudian menempatkannya sebagai Kampung Pancasila terbaik di jajaran Kodam VI/Mulawarman untuk wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Wakil Asisten Teritorial (Waaster) KSAD Bidang Pembinaan Teritorial Brigjen TNI Boemi Aryo Bimo mengatakan, penilaian Kampung Pancasila memang diarahkan untuk melihat pembangunan wilayah mulai dari tingkat desa. Aspek yang dinilai mencakup sektor pangan, ekonomi masyarakat, pembinaan generasi muda, keamanan hingga penyebarluasan informasi mengenai perkembangan desa.
“Saya tim dari Mabes TNI Angkatan Darat melaksanakan kegiatan penilaian tentang Kampung Pancasila. Penilaian ini untuk pembangunan wilayah mulai dari bawah, mulai dari tingkat desa. Dalam penilaian Kampung Pancasila ada lima kriteria yang dilaksanakan penilaiannya,” kata Boemi.
Ketahanan pangan menjadi kriteria pertama. Aspek ini mencakup pertanian, perikanan dan peternakan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan masyarakat. Pengembangan pertanian dapat berupa padi dan jagung, sementara perikanan mencakup air tawar maupun air asin.
Sektor peternakan juga masuk dalam penilaian, termasuk unggas, sapi dan kambing yang dikembangkan sesuai potensi wilayah masing-masing.
“Ketahanan pangan itu sangat penting sekali, terutama tentang masalah pertanian, seperti menanam padi, jagung, lalu untuk masalah perikanan, baik itu air tawar maupun air asin, dan juga peternakan. Peternakan itu terdiri dari unggas, sapi, kambing yang ada di wilayah tersebut,” ujarnya.
Aspek kedua adalah UMKM yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat desa. Bentuknya dapat berupa pembuatan makanan, kerajinan hingga home industry. Aktivitas tersebut dinilai dapat meningkatkan pendapatan sekaligus taraf hidup masyarakat.
Pengembangan usaha dari tingkat desa juga dipandang memiliki efek lebih luas. Aktivitas ekonomi masyarakat dapat ikut mendorong perkembangan desa hingga ke tingkat kabupaten dan wilayah yang lebih tinggi.
“Untuk UMKM dari masing-masing desa itu sangat penting sekali untuk kesejahteraan maupun kehidupan masyarakat yang ada di desa. Kegunaannya juga untuk meningkatkan taraf hidup dan pendapatan masyarakat tersebut,” katanya.
Karang Taruna menjadi aspek ketiga yang dinilai, khususnya dalam menyediakan wadah bagi generasi muda untuk menjalankan kegiatan positif. Pembinaan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas organisasi, tetapi juga pengembangan keterampilan dan pendidikan generasi muda.
“Karang Taruna ini harus kita mulai dari tingkat yang paling bawah. Kegunaannya supaya kegiatan-kegiatan positif untuk generasi muda bisa terwadahi. Karena generasi muda harus punya tingkat keterampilan, tingkat pendidikan dan lain sebagainya,” jelasnya.
Keamanan dan pertahanan kemudian menjadi aspek berikutnya. Menurut Boemi, kondisi keamanan yang sudah baik tetap membutuhkan upaya pencegahan dan deteksi dini. Sistem keamanan lingkungan, termasuk pos kamling, dinilai perlu terus diperkuat di tingkat desa.
“Lebih baik kita cegah dini, deteksi dini, daripada terjadi baru kita kelabakan. Dengan adanya keamanan di masing-masing desa, itu untuk mencegah adanya tindakan-tindakan kejahatan dan lain sebagainya,” tegasnya.
Sementara aspek terakhir berkaitan dengan pemberitaan. Kemajuan pembangunan dan aktivitas masyarakat di desa dinilai perlu disampaikan kepada publik melalui media sosial. Informasi tersebut membuat perkembangan desa dapat diketahui masyarakat di tingkat lokal hingga lebih luas.
“Pemberitaan tentang kemajuan desa yang ada di Desa Tanjung Harapan ini bisa terwadahi dan diinformasikan ke media sosial, sehingga pembangunan yang berada di desa ini bisa termonitor dan bisa dilihat oleh masyarakat lokal, regional maupun internasional,” pungkasnya.(hr)















Discussion about this post