BALIKPAPAN, Fokusborneo.com – Di tengah pesatnya penggunaan dompet digital, pembayaran online hingga berbagai layanan keuangan berbasis aplikasi, kemampuan memahami teknologi keuangan atau financial technology (fintech) menjadi bekal penting bagi generasi muda.
Hal inilah yang mendorong tim dosen Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) memberikan edukasi literasi fintech kepada siswa SMK Negeri 2 Balikpapan, Kamis, 27 Agustus 2026.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tersebut mengangkat tema “Peningkatan Literasi Financial Technology bagi Siswa SMK sebagai Upaya Membangun Generasi Cerdas Finansial.”
Tim dosen Jurusan Bisnis Poltekba yang diketuai Ratna Dewi Kusumawati, S.E., M.Sc., hadir memberikan pemahaman mengenai penggunaan teknologi keuangan secara bijak, aman, dan produktif.
Dalam kegiatan tersebut, Ratna didampingi Hendra Sanjaya Kusno, S.E., M.S.A., Husnul Muamilah, S.E., M.M., Dito Rozaqi Arazy, S.E., M.SA., CFRM., serta Drs. Totok Ismawanto, MM.Pd. Sejumlah mahasiswa juga terlibat mendukung pelaksanaan kegiatan.
Ratna Dewi Kusumawati mengatakan, edukasi fintech penting diberikan sejak dini karena layanan keuangan digital kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para pelajar.
“Saat ini siswa sudah sangat dekat dengan teknologi keuangan digital. Mereka mungkin sudah menggunakan dompet digital atau berbagai layanan pembayaran. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana mereka memahami risiko dan menggunakan teknologi tersebut secara bijak,” ujar Ratna.
Menurutnya, kemudahan bertransaksi melalui teknologi digital harus diimbangi dengan kemampuan menjaga keamanan data pribadi dan memahami berbagai risiko yang mungkin muncul.
Sebab, siswa tidak hanya perlu mengetahui cara menggunakan aplikasi keuangan, tetapi juga harus mampu mengenali potensi penipuan online, layanan fintech ilegal, hingga risiko penggunaan pinjaman digital.
“Kami ingin siswa tidak hanya menjadi pengguna fintech, tetapi juga menjadi pengguna yang cerdas. Mereka perlu memahami manfaat, risiko, keamanan, dan konsekuensi dari setiap keputusan keuangan yang mereka ambil,” jelasnya.
Dalam sesi edukasi, para siswa mendapatkan materi mulai dari konsep dasar fintech, jenis layanan keuangan digital, manfaat dan risiko penggunaannya, keamanan transaksi, hingga cara mengenali layanan fintech yang legal dan aman.
Tak hanya itu, siswa juga dibekali pemahaman mengenai perencanaan dan pengelolaan keuangan pribadi. Materi disampaikan secara interaktif melalui pemaparan, diskusi, serta studi kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sebelum materi dimulai, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test. Setelah seluruh sesi edukasi selesai, mereka kembali mengikuti post-test untuk mengukur perkembangan pemahaman mengenai fintech dan literasi keuangan.
Ratna mengatakan metode interaktif dipilih agar siswa tidak sekadar mendengarkan materi, tetapi juga aktif berdiskusi mengenai pengalaman mereka menggunakan layanan keuangan digital.
“Kami ingin siswa aktif berdiskusi dan berani menyampaikan pengalaman mereka dalam menggunakan layanan keuangan digital. Dari situ kami bisa melihat bagaimana pemahaman mereka dan bagian mana yang masih perlu diperkuat,” katanya.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari SMK Negeri 2 Balikpapan, termasuk guru pendamping Heri Bambang Santoso, S.Pd. Dukungan sekolah dinilai penting untuk memastikan edukasi literasi keuangan digital dapat terus berlanjut di lingkungan pendidikan.
Selain memberikan materi secara langsung, tim PkM Poltekba juga menyerahkan modul literasi financial technology dan literasi keuangan serta poster edukasi kepada pihak sekolah.
Modul tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pendukung pembelajaran, sementara poster menjadi pengingat bagi siswa agar selalu berhati-hati dan bijak saat menggunakan layanan keuangan digital.
“Literasi keuangan harus dibangun sejak dini. Siswa perlu belajar membedakan kebutuhan dan keinginan, memahami risiko ketika menggunakan layanan pinjaman digital, menjaga data pribadi, serta membiasakan diri merencanakan penggunaan uang,” ungkap Ratna.
Ia berharap edukasi tersebut tidak berhenti hanya dalam satu pertemuan. Materi dan media yang telah diberikan diharapkan dapat terus dimanfaatkan sekolah untuk membangun budaya literasi keuangan digital di kalangan siswa.
Melalui kegiatan ini, Poltekba menunjukkan komitmennya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kontribusi nyata bagi masyarakat.
Harapannya, semakin banyak generasi muda yang tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga mampu mengambil keputusan keuangan secara cerdas, aman, kritis, dan bertanggung jawab.(**)















Discussion about this post