BALIKPAPAN, Fokusborneo.com — PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Refinery Unit (RU) V Balikpapan meraih empat penghargaan dalam ajang Eco-Tech Pioneer & Sustainability Award (EPSA) 2026, yang terdiri atas dua penghargaan Gold dan dua penghargaan Silver. Capaian ini menjadi apresiasi atas konsistensi perusahaan dalam menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata terhadap efisiensi energi dan air, pemberdayaan masyarakat, serta perlindungan ekosistem.
General Manager PT PPN RU V Balikpapan, Novie Handoyo Anto, mengatakan pencapaian tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi perusahaan untuk terus mengintegrasikan inovasi dan prinsip keberlanjutan ke dalam kegiatan operasional.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjadikan inovasi dan keberlanjutan sebagai bagian dari perjalanan perusahaan. Bagi kami, keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian operasional, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat kami hadirkan bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Anto.
Pada ajang EPSA 2026, PT PPN RU V Balikpapan meraih Gold – Green Power Innovation, Gold – Hydro Smart Innovation, Silver – Community Development, dan Silver – Ecosystem Protection.
Keempat penghargaan tersebut merepresentasikan berbagai inisiatif perusahaan dalam menciptakan nilai tambah melalui inovasi teknologi, efisiensi sumber daya, pemberdayaan masyarakat, serta upaya perlindungan lingkungan dan keanekaragaman hayati.
Salah satu capaian utama diraih melalui inovasi pada unit penghasil hidrogen yang mendapatkan Gold – Green Power Innovation. Inovasi tersebut mengoptimalkan pemanfaatan sumber energi dalam proses operasional dan berhasil menghilangkan konsumsi steam sebesar 11.960 kg/jam, sehingga turut meningkatkan efisiensi energi di kilang.
Pada aspek pengelolaan air, inovasi AQUA-SAVE berhasil memperoleh Gold – Hydro Smart Innovation. Program ini memperkuat pemantauan dan pengawasan sistem transfer air sekaligus mendorong perbaikan berkelanjutan untuk menekan kehilangan air. Implementasinya memberikan dampak terhadap efisiensi operasional serta mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
AQUA-SAVE juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan terkait akses terhadap air bersih dan sanitasi, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta penanganan perubahan iklim.
Sementara itu, pada aspek pemberdayaan masyarakat, program Kampung Iklim (ProKlim) yang dikembangkan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan meraih Silver – Community Development. Program ini mengintegrasikan pengelolaan lingkungan dengan peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat.

Program tersebut mencakup pengelolaan sampah, penghijauan, ketahanan pangan, ekonomi sirkular, serta peningkatan kapasitas masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat didorong untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan aktif sebagai penggerak dalam menjaga dan mengembangkan lingkungan secara berkelanjutan.
Penghargaan keempat, Silver – Ecosystem Protection, diraih melalui program Pemulihan Habitat Bekantan dan Penggerak Ekonomi Lokal di Sekitar DAS Tunan. Program ini mengintegrasikan pemulihan habitat dan vegetasi dengan pelibatan masyarakat dalam kegiatan konservasi.
Pendekatan tersebut ditujukan untuk menjaga keanekaragaman hayati sekaligus meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam melindungi ekosistem. Upaya konservasi juga diarahkan untuk memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah program, sehingga keberlanjutan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Area Manager Communication, Relations & CSR, Dodi Yapsenang, menambahkan bahwa pencapaian dalam EPSA 2026 menjadi pijakan bagi PT PPN RU V Balikpapan untuk terus memperkuat inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. “Ke depan, kami akan terus mendorong inovasi yang tidak hanya menjawab kebutuhan operasional, tetapi juga menciptakan nilai bersama untuk operasional yang semakin efisien, lingkungan yang semakin terjaga, dan masyarakat yang semakin berdaya,” tutup Dodi.(**)















Discussion about this post