TARAKAN, Fokusborneo.com – Memiliki ide yang brilian sering kali menjadi sia-sia jika tidak diimbangi dengan kemampuan menyampaikan pesan yang lugas dan terstruktur.
Menjawab tantangan yang kerap dialami mahasiswa tersebut, Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro (HMTE) Fakultas Teknik Universitas Borneo Tarakan (UBT) menggelar Seminar Retorika di Ruang Rektorat Lantai 4 UBT, Minggu (30/8/26).
Kegiatan yang mengusung tema “Optimalisasi Kapabilitas Retorika Mahasiswa dalam Mengartikulasikan Gagasan secara Intelektual” ini dirancang khusus untuk mengasah keterampilan seni berbicara dan berpikir kritis.
Melalui agenda ini, mahasiswa didorong untuk lebih percaya diri dan etis saat mengutarakan gagasan di forum akademik maupun lingkungan organisasi.
Ketua HMTE UBT, Herwind M.S., menjelaskan program kerja ini lahir dari pengamatan langsung terhadap kendala yang kerap dihadapi para mahasiswa di lapangan.
“Permasalahan mendasar yang sering kami temui adalah kesulitan mahasiswa dalam menuangkan pemikiran secara sistematis saat harus berbicara di depan publik. Kami tidak ingin mahasiswa Teknik Elektro hanya memiliki gagasan hebat di dalam pikiran saja, tetapi juga harus mampu menyampaikan ide tersebut secara jelas, terarah, dan mudah dipahami oleh orang lain,” ungkap Herwind.
Langkah HMTE ini mendapat apresiasi hangat dari pihak akademisi. Koordinator Program Studi Teknik Elektro UBT, Dr. Ir. Patria Julianto, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., menegaskan pentingnya penguasaan artikulasi dan tata bahasa bagi seorang calon sarjana teknik agar mampu bersaing di dunia profesional.
“Harapan kami, seluruh mahasiswa dapat mengambil manfaat maksimal dari pelatihan ini. Keterampilan menyusun konsep dan menyampaikannya dengan artikulasi yang baik akan sangat membantu mereka, baik saat melakukan presentasi tugas akhir, berdiskusi, hingga ketika terjun ke dunia kerja nantinya,” tegas Dr. Patria.
Untuk memberikan bobot materi yang mendalam, panitia menghadirkan dua narasumber ahli di bidangnya yaitu Rahmawati, S.Pd., M.Pd., C.H., C.I.B., C.T. membawakan materi Public Speaking, ia membedah teknik penguasaan panggung, taktik penyampaian pesan yang efektif, hingga strategi mengatasi rasa canggung di hadapan audiens.
Sedangkan satunya, Dr. Ismit Mado, S.T., M.T. membawakan materi Berpikir dengan Akal Sehat, yang menekankan pentingnya pola pikir rasional dan logis sebagai fondasi utama dalam membangun argumentasi yang berbobot dan intelektual.
Pelaksanaan acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 Wita ini ternyata menyimpan cerita perjuangan tersendiri dari pihak panitia.
Ketua Panitia Seminar Retorika, Ahmad Daffa Bilkisty, membeberkan timnya butuh waktu sekitar satu hingga dua bulan untuk mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan.
Tantangan terbesar muncul karena proses persiapan bertepatan langsung dengan masa libur akademik kampus, di mana sebagian besar anggota panitia sedang pulang ke kampung halaman masing-masing.
“Tentu ada suka dan dukanya. Karena bertepatan dengan libur semester, koordinasi sempat terbagi karena banyak panitia yang sedang berada di luar daerah. Namun berkat komitmen bersama, kegiatan ini tetap terlaksana dengan lancar dan sukses menghadirkan narasumber berkualitas,” tutur Daffa.
Melalui seminar ini, HMTE UBT berharap para peserta tidak sekadar menyerap teori public speaking, tetapi juga mampu menerapkan keberanian dan ketajaman berpikir tersebut dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam berkontribusi bagi masyarakat.(**)












Discussion about this post