TARAKAN, Fokusborneo.com — Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Mabes TNI AD meninjau pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kodim 0907/Tarakan selama dua hari. Dalam peninjauan tersebut, progres pengerjaan dilaporkan berada di kisaran 30 hingga 35 persen, dengan seluruh sasaran ditargetkan rampung pada 10 November 2026.
Peninjauan dipimpin Wakil Inspektur Jenderal Angkatan Darat (Wairjenad), Mayjen TNI Muh. Muchidin, S.Sos., CGCAE. Evaluasi dilakukan untuk memastikan pelaksanaan sasaran fisik dan nonfisik berjalan sesuai rencana serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sejumlah sasaran fisik yang menjadi perhatian meliputi pembangunan lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pengeboran sumur di lima titik untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, serta pembukaan badan jalan sepanjang 2.500 meter dengan lebar delapan meter.
Pembangunan jalan tersebut juga dilengkapi saluran drainase di sisi kiri dan kanan, masing-masing selebar satu meter. Selain itu, Satgas TMMD mengerjakan perbaikan musala dan sejumlah sasaran pembangunan lainnya.
Mayjen TNI Muh. Muchidin mengatakan, pelaksanaan TMMD secara umum berjalan baik. Namun, dengan progres pekerjaan yang masih berada di kisaran 30 hingga 35 persen, Satgas diminta mengoptimalkan waktu yang tersisa agar target penyelesaian dapat tercapai.
“Progres pengerjaan saat ini berada di kisaran 30 hingga 35 persen. Kami berharap seluruh sasaran yang telah direncanakan dapat diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditentukan,” ujar Muchidin.
Tidak hanya memeriksa pembangunan infrastruktur, Tim Wasev juga mengevaluasi kegiatan nonfisik yang menjadi bagian dari program TMMD. Di antaranya penyuluhan bahaya narkoba kepada pelajar SMAN 2 Tarakan serta penyuluhan pertanian di kawasan Tanjung Batu.
Dalam evaluasi tersebut, Muchidin turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Tarakan dan seluruh pihak yang terlibat, mulai dari jajaran kecamatan dan kelurahan, ketua RT, hingga personel TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas TMMD.
Menurutnya, kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran program pembangunan di wilayah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tarakan dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan TMMD ini. Kami berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus dipertahankan sehingga seluruh sasaran program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Tim Wasev juga menekankan agar percepatan pekerjaan tetap diimbangi dengan kualitas pembangunan. Seluruh sasaran fisik ditargetkan selesai pada 10 November 2026, sedangkan penutupan TMMD ke-130 dijadwalkan pada 11 November 2026.
“Kami meminta Satgas mengoptimalkan waktu yang tersedia agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu. Namun, kualitas pembangunan harus tetap menjadi prioritas agar hasilnya dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” tegasnya.
Melalui TMMD ke-130, pembangunan infrastruktur dan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus mendukung percepatan pembangunan di Kota Tarakan.(**)















Discussion about this post